Ash

Menjadi bagian dalam pembuktian bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin

Toko Baju

Leave a comment

Kenapa sich di toko baju gak pernah ada kursi untuk menunggu. Termasuk di toko toko baju besar. Padahal kan yg masuk toko baju itu gak harus semuanya mau belanja. Bisa aja ada suami yg nemenin keluarganya belanja, ada anak yg cuma ikut nemenin ibunya belanja, ada temen yg nemenin temennya belanja, dll.

Apa mereka gak nyadar bahwa meletakkan kursi adalah salah satu bentuk pelayanan maksimal pada costumer? Atau mereka memang punya hasil kajian tersendiri bahwa meletakkan kursi di toko baju menurunkan keuntungan atau lainnya?

Klo kenyataannya yang pertama, maka ide meletakkan kursi harusnya adalah ide brilian yg semestinya diaplikasikan di toko toko. Ataukah kenyataannya yang kedua, yang saya sendiri juha ingin tau apa relasinya. Ada yang tau? Mari berbagi di comment ya..

Advertisements

Author: ashlih

electrical engineering ITB no gakusei desu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s