Ash

Menjadi bagian dalam pembuktian bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin


2 Comments

Teknik belajar cepat

Denger denger ada teknik belajar yang sangat menarik yaitu Feynman Technique. coba coba googling sedikit akhirnya bisa sedikit paham kenapa namanya feynman technique, karena saya pribadi merasa tidak asing dengan nama tersebut.

Feynman technique ternyata diciptakan oleh peraih nobel fisika, Richard feynman, fisikawan dalam bidang elektrodinamika kuantum. Dia menerima nobel tersebut saat menjadi dosen (professor?)  di Caltech, california institute of technology. Beliau sudah meninggal ternyata, pada tahun 1988. saya ingat pernah punya buku tentang fisika yang ditulis beliau, tapi bukunya entah dimana sekarang.

Jadi feynman technique ini kurang lebih adalah: ajarkan orang lain seolah olah anda sudah mengerti. nanti ketika mengajarkan orang, anda akan menyadari bahwa anda kurang paham di salah satu point. pada point tersebut, maka bacalah referensi tentang hal tersebut dan ajarkan lagi. begitu seterusnya sehingga kita menjadi benar benar paham akan suatu hal.

Nampak menarik, dan sebenarnya saya mau mencoba mempraktikannya dalam waktu dekat ini. Saya mau mencoba menjelaskan tentang sistem kontrak hape di jepang, terutama MNVO. saya mau coba menerapkan teknik ini, barangkali jadi bener bener paham sekalian istilah istilah jepangnya juga. dulu udh pernah ngapalin kanji tentang hape trus udah lupa lagi. Kan sayang banget cepet ilangnya.

Mari kita coba belajar dan menerapkan feynman technique!

Advertisements


Leave a comment

Toko Baju

Kenapa sich di toko baju gak pernah ada kursi untuk menunggu. Termasuk di toko toko baju besar. Padahal kan yg masuk toko baju itu gak harus semuanya mau belanja. Bisa aja ada suami yg nemenin keluarganya belanja, ada anak yg cuma ikut nemenin ibunya belanja, ada temen yg nemenin temennya belanja, dll.

Apa mereka gak nyadar bahwa meletakkan kursi adalah salah satu bentuk pelayanan maksimal pada costumer? Atau mereka memang punya hasil kajian tersendiri bahwa meletakkan kursi di toko baju menurunkan keuntungan atau lainnya?

Klo kenyataannya yang pertama, maka ide meletakkan kursi harusnya adalah ide brilian yg semestinya diaplikasikan di toko toko. Ataukah kenyataannya yang kedua, yang saya sendiri juha ingin tau apa relasinya. Ada yang tau? Mari berbagi di comment ya..


Leave a comment

Yakiniku Kameido

Makan yakiniku sepuasnya (食べ放題) adalah surga dunia jika anda tidak punya penyakit darah tinggi atau kolesterol. Apakah org sehat boleh makan sesukanya? Ya enggak juga sich, halal dan thayyib adalah parameter penting apabila kita mau makan sepuasnya. 

Ceritanya ada restoran yakiniku halal di tokyo (kameido) dan bisa makan sepuasnya. Jadilah kami (saya istri dan bayi,hehe) nyobain makan disana. Lokasinya di deket kameido station. Akhirnya kami makan disana dan sepertinya ada beberapa pengalaman yg bisa di share. Pengalaman ini bertujuan agar apabila anda mau kesana, bisa memaksimalkan pesanan sesuai dengan limit waktu yg ada. Kemarin saya gak ada survey2 sama sekali, jadi langsung hajar dateng dan akhirnya beberapa menit awal waktu terbuang percuma karena banyak hal yg tidak dimengerti.

  
1. Definisi

Buat anda yg pernah/sedang belajar bahasa jepang, pasti bisa menebak arti バイキング yaitu bersepeda (biking). Tapi eh ternyata, kata itu memiliki arti lain. Artinya sama dengan 食べ放題 yaitu: makan sepuasnya.

Baru tau? Saya baru tau pas disana, itupun setelah gak bisa memahami apa maksud kertas menu diatas, dan bagaimana cara pesannya. Akhirnya buka kamus trus kesel karena baru tau itu artinya.

2. Pilihan menu

Jadi ada 3 pilihan menu dengan 3 harga berbeda. Yg saya foto adalah menu yg paling murah. Ada lagi yg medium sekitar ¥2500an dan yg eksklusif ¥4500an. Semua pilihan menu (klo gak salah) sama sama untuk 90 menit makan sepuasnya. Bedanya adalah di kualitas daging yg diberikan (katanya) dan banyaknya jenis daging yg ditawarkan. Klo di foto diatas, yg ditawarkan ada 15 jenis. Yg lebih mahal ada lagi tambahan pilihannya.

Metode penyajian, untuk daging cara makannya yaitu order style: pesen dulu baru dikasih, bukan disajikan prasmanan. Klo nasi, sayur, lauk lain, eskrim dan air putih itu baikingu style: ambil sepuasnya. Klo softdrink, beda lagi biayanya (kata posternya).

Nah, karena daging pesan dulu, jadinya kita harus ngerti dech itu yg ditulis maksudnya apa aja. Gw nyampe sana kaga ngerti apa2 beneran beberapa menit di awal cuma gw habiskan dengan cengo. Akhirnya nanya temen dech yg pernah kesini dan dikasitau beberapa. Nah, saya mau membahas beberapa yg sempat saya pesan kemaren. 

Kemaren saya cuma sempet nyoba 5 jenis, karena si abang2nya bilang, “gak boleh pesen banyak2 trus gak habis. Klo gak habis saya in trouble”. Dalem hati sich mikir, kok gak ramah banget sich ngomongnya, trus ya itu kan harusnya resiko dagang, kenapa malah curhat. Nah karena disampaikannya dalam bahasa jepang, watashi wa komarimasu, ini memiliki makna bahwa dia gak ingin/ridho ini jadi trouble jadi intinya harus habis. Dato omou. Yasudahlah, toh mubazir kan dosa, jadi mari kita makan sepuasnya tapi tidak mubazir.

Jadi, yg sempat saya pesan adalah: gyuutan, harami, karubi, shio karubi, ama roosu. Semuanya enak. Semuanya daging tipis kecuali gyuutan. Klo daging tipis, matengnya cepet jadi makannya bisa cepat dan banyak. Gyuutan agak tebel dan masaknya harus lama banget, klo kurang lama dia masih alot dan kurang enak makannya.

3. Cara makan

Mungkin udh tau ya, dagingnya nanti tinggal di taro aja di pemanggangnya. Sebelumnya dicocol dulu ama shoyunya juga enak. Jangan ambil nasi terlalu banyak nanti kenyang, hehe..

Trus klo mereka sich nyaranin makannya pelan pelan supaya nikmat, taro dagingnya sedikit2 di pemanggangnya supaya lebih cepat matang dan gak ada yg overcook. Lah, gw mah bodo amat, masukin aja semua dagingnya, terus makan yg kira2 udh mateng biar cepet, hehe..

Jadi karena dagingnya order style dan harus habis, kan gak enak juga pesen banyak2 sekaligus. Pesen lagi tapi belom habis juga kan gak enak. Jadinya ya di atur aja pesen 2 jenis dulu, sambil ngecek ini enak atau enggak, trus bisa atur strategi untuk pemesanan selanjutnya. Pas udh tinggal dikit, masukin aja semuanya ke pemanggangnya, trus panggil abang2nya untuk pesan lagi sambil ngasih piring yg udh kosong.

4. Lain lain

Restorannya luas, dan ada mushalanya gede. Sebaiknya klo pas makan shalat dulu aja trus baru mulai makan biar shalatnya khusu dan makannya gak kepotong ditengah, hehe..

Si abang2nya menurut saya pribadi agak kurang ramah. Mungkin karena dia tau saya pesennya yg paling murah kali ya, walaupun diawal dia merekomendasikan yg medium. Trus waktu pesen yg paling murah, dia wanti2 ke kita, nanti klo gak enak atau ada daging yg keras jangan protes ya.. saya kan udh merekomendasikan yg enak jadi gak boleh protes. Ditambah larangan gak boleh gak habis tadi, lengkaplah saya merasa bahwa abang2nya bawel.

Diluar itu, saya cukup terkesan karena selain 5 jenis daging diatas, sang pemilik restoran menyajikan satu piring daging tambahan yg tidak ada di menu. Trus katanya ini service, waah jadi senang. Dari mana saya tau itu yg ngasih pemilik restonya? Dari si abang2 pelayannya, dia bilang klo bapak2 itu adalah pemilik restonya..

Overall saya puas makannya, dan klo kesana lagi bakal tetep pesen yg paling murah tapi nyobain jenis daging yg laen, hehe..


Leave a comment

Dari ‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ فَقَالَ « لاَ مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاَةَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلاَتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُونَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلاَ تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ

“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendo’akan kalian dan kalian pun mendo’akan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” Kemudian ada yang berkata, ”Wahai Rasulullah, tidakkah kita menentang mereka dengan pedang?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah amalannya dan janganlah melepas ketaatan kepadanya.” (HR. Muslim, no. 1855)

Sumber : https://rumaysho.com/14852-khutbah-jumat-gubernur-yang-bengis.html

Ya Allah, semoga jokowi bisa menjadi pemimpin yang adil, amanah, serta tidak dikendalikan oleh orang orang musyrik/kafir/munafiq. Aamiin


2 Comments

Mencoba produktif

Bismillah,

Mau mencoba produktif ah dengan membuat tulisan tulisan singkat. Contohnya seperti tulisan ini, yg belum ada isinya sama sekali, hehe.. 

Bingung juga mau tulis apa, dari pada kesal hati liat fb yang tak kunjung adem. Intinya nulis aja dulu lah.. Dibiasain dari kayak sekarang ini aja, walaupun belum bermutu tapi perlahan lahan tambah mutunya.

Klo liat fenomena fb, sedih sekali banyak org yg suka asal share berita. Apalagi dari *osmetro.co. Klo kata salah satu tim antihoax, web itu adalah salah satu sumber hoax. Yg disedihkan, tidak sedikit orang muslim yg menshare berita dari sana, terutama klo udh berbau2 yg mendukung pendapatnya..

Jadi inget klo di fb menerapkan prinsip bubble (entahlah namanya lupa). Jd si bubble itu bikin kita selalu berada di dalam bubble (apasih). Jd kita akan selalu membaca timeline/berita dari org2 yg sependapat dengan kita aja (yg paling sering kita like), jadilah ada org yg hanya paham satu sisi saja, baik kiri maupun kanan, tanpa bisa melihat lebih luas dan objektif. Ditambah lagi semakin banyaknya berita dari sumber hoax yg berkeliaran..

Ah sudahlah, udh kabur ke blog malah jadi ngomongin fb..

Mari kita makan es bubble


4 Comments

Membuat monitor CCTV di rumah sendiri

Self-assemble and Low-cost design of home CCTV with single input activation.

Tinggal di negeri orang yang tidak terlalu lancar bahasanya, menuntut kita untuk selektif dalam membuka pintu rumah apabila ada tamu tak diundang. Kalau mau melihat siapa tamu yang datang lubang mengintip yang di pintu, kita harus repot-repot jalan dulu ke depan pintu terus mengecek, itu pun sebaiknya langkah kita tidak kedengeran ama orang diluar biar tidak dianggap php. Selain itu klo kayak rumah saya yang gak ada kaca ngintipnya, ya jadi gak bisa pake cara ini, hehe.. Mengintip lewat jendela, khawatir pas sama2 melihat jendela jadi kepergok gak enak. yang paling enak adalah lewat CCTV. Masalahnya cctv klo beli jadi itu mahal, oleh karena itu untuk menghemat biaya, maka kita perlu memutar otak sedikit supaya bisa bikin sistem cctv sendiri yang murah meriah.

Akhirnya saya bikin sistem cctv sendiri di rumah demi menghemat biaya. Idenya simple yaitu menggunakan komponen kamera dan monitor dari mobil truk yang biasa dipakai di jepang, dan tentunya kita bisa pilih2 kamera dan monitornya sesuai kebutuhan, hehe.. selain itu karena mau hemat listrik juga, jadi sistemnya hanya kita hidupkan (on) secara manual klo memang ada yang ngebel rumah kita, selain itu kita off. Jadi secara fungsional tidak persis seperti cctv yang bisa merekam video, tapi disini lebih kepada untuk monitoring real time aja, dan saya rasa fungsi ini sudah lebih dari cukup. Untuk detailnya dapat dilihat di bawah ini:

Komponen yang diperlukan:

  1. Kamera.
    • bisa yang mana aja, yang penting anti air supaya aman klo kena ujan.
    • beli di amazon: https://www.amazon.co.jp/gp/product/B00GSFIJS6/ref=oh_aui_detailpage_o00_s00?ie=UTF8&psc=1
  2. Monitor.
    • bisa yang mana aja, yang murah aja cukup
    • beli di amazon: https://www.amazon.co.jp/gp/product/B0079RJ4AE/ref=oh_aui_detailpage_o00_s00?ie=UTF8&psc=1
  3. Adaptor 12V.
    1. intinya untuk powernya kamera dan monitor.
    2. beli di amazon: https://www.amazon.co.jp/gp/product/0101626185/ref=oh_aui_detailpage_o02_s00?ie=UTF8&psc=1
  4. Kabel power adaptor cabang 2.
    • untuk menghemat adaptor, kita gunakan power cabang
    • beli di amazon: https://www.amazon.co.jp/gp/product/B00X5D240S/ref=oh_aui_detailpage_o09_s00?ie=UTF8&psc=1
  5. Kabel data.
    • Biasanya dapet sekalian kamera, butuh sepanjang yang kita butuhkan dari lokasi kamera ke lokasi monitor. klo kamera diatas sudah include kabel data sepanjang 6 meter, klo kurang maka beli lagi di amazon.
  6. Kabel power.
  7. Switch on/off
    • Karena kita ingin hemat listrik, maka cctv didesain hidup atau mati sesuai kebutuhan sehingga switch on/off adaptor dibutuhkan. bisa beli di amazon atau donkihote.
    • beli di amazon: https://www.amazon.co.jp/%E3%83%A4%E3%82%B6%E3%83%AF-YAZAWA-%E3%83%A4%E3%82%B6%E3%83%AF%E3%82%B3%E3%83%BC%E3%83%9D%E3%83%AC%E3%83%BC%E3%82%B7%E3%83%A7%E3%83%B3-%E7%9C%81%E3%82%A8%E3%83%8D%E3%82%BF%E3%83%83%E3%83%971%E5%80%8B%E5%8F%A3-Y02F110WH/dp/B016JIODR2/ref=sr_1_5?s=electronics&ie=UTF8&qid=1469580229&sr=1-5&keywords=%E9%9B%BB%E6%BA%90%E3%82%B9%E3%82%A4%E3%83%83%E3%83%81

Cara membuat:

  1. Siapkan kabel sepanjang yang kita butuhkan dari lokasi kamera ke lokasi monitor di dalam rumah.
  2. Pasang seluruh komponen
  3. selamat mencoba

 

to be continue klo sempet, hehe..


10 Comments

Pengalaman Melahirkan di Jepang (Part 3)

Pengalaman Melahirkan di Jepang, Part 3
Dokumen yang perlu diurus pasca melahirkan

Pregnancy experiences in Japan, Part 3
Necessary document post-delivery
(English summary in bottom part)

Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan pengalaman awal kehamilan sampai melahirkan di jepang Part 1 dan Part 2. Pada tulisan ini dibahas detail mengenai administrasi yang perlu diurus setelah melahirkan agar bayi kita bisa hidup di Jepang secara legal, dan tentunya mengurus dokumen-dokumen agar kita bisa mendapatkan fasilitas untuk biaya berobat bayi gratis, serta subsidi bulanan untuk bayi yang digunakan untuk mensupport kehidupan pasca melahirkan di Jepang.

Vector business concept in flat style - paper documents and workplace - contract management

*image credit to http://www.shutterstock.com

List Dokumen yang Perlu Diurus

Setelah selesai dengan ke-hectic-an urusan melahirkan di rumah sakit, maka urusan yang tidak kalah penting untuk diselesaikan adalah administrasi bayi pasca melahirkan di Jepang. Saya sempat googling2 mencari informasi, sempat bingung karena informasi lama dan agak berbeda, dan juga ada perubahan perubahan aturan yang ada, jadilah saya hanya bisa mengambil kesimpulan garis besar urusan2 yang perlu dilakukan. Untuk lebih pastinya, saya coba bertanya-tanya langsung di kantor kecamatan (Kuyakusho) tempat saya tinggal yaitu Miyamae-ku, Kawasaki-shi, Kanagawa-ken. Pada intinya, beberapa dokumen yang perlu diurus adalah:

  1. Lapor kelahiran (shussei todoke 出生届)
  2. Buat Asuransi kesehatan bayi (hoken 保険書)
  3. Daftar tunjangan biaya bulanan bayi (Jidouteate 児童手当)
  4. Buat kartu berobat bayi gratis (iryoushou 医療証)
  5. Selesaikan urusan tunjangan melahirkan (shussan ikuji ichijikin 出産育児一時金)

Empat urusan diatas (1-4) diatas dilakukan di kuyakusho dan selesai dalam satu hari. No 5 baru bisa diurus setelah dapat bon total terakhir dari rumah sakit. Selain lima dokumen diatas, tiga (3) dokumen lain yang tidak kalah penting dan diurus di kantor imigrasi jepang serta KBRI yaitu:

  1. Bikin Resident Card (VISA) bayi (Zairyuu kaado 在留カード) di kantor Imigrasi Jepang.
  2. Buat Surat Keterangan Lahir (SKL) di KBRI
  3. Buat Passport Bayi di KBRI.

Yang cukup menarik disini adalah, bikin zairyu card bayi bisa didahulukan dibandingkan mengurus passport bayi. Hal ini karena bayi yang baru lahir harus segera dilaporkan ke kantor imigrasi jepang dalam waktu 30 hari setelah kelahiran agar mendapatkan visa dan bisa tinggal secara legal di jepang. Selain itu, mengurus SKL membutuhkan 2 hari, ditambah passport sekitar seminggu. Agak mepet kalo harus urus passport dulu kemudian baru zairyu card, kecuali kita memang memiliki keluangan waktu mengurusnya secara serial. Detail administrasi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

 

  1. Lapor kelahiran (shussei todoke)

Lapor kelahiran, atau biasa dikenal dengan istilah shussei todoke (出生届), adalah prosedur melaporkan bahwa bayi kita telah lahir dan ingin didaftarkan pada kartu keluarga kita (juuminhyo). Dari pihak rumah sakit, kita akan mendapatkan sertifikat kelahiran (shussei shoumeisho出生証明書) yang kemudian sertifikat itu kita bawa ke kuyakusho untuk diproses lebih lanjut. Saat sampai di kuyakusho, bilang aja ke petugas disana klo kita mau lapor kelahiran bayi (shussei todoke) nanti mereka kasitau ke loket nomor berapa. Klo di miyamae kuyakusho, ke loket nomor 4. Kemudian minta juga juri shoumeisho karena dibutuhkan untuk persyaratan selanjutnya. Juri shoumeisho diberikan kepada kita based-on request dan bayar ¥300 perlembar (klo gak salah).

Dokumen yang perlu dibawa: Shussei shoumeisho, resident card dan hoken ortu, boshitecho.

Output dari sini adalah: Juri shomeisho (受理証明書), dan juuminhyou (住民票) yang update dengan nama bayi kita.

 

  1. Buat Asuransi kesehatan bayi (hoken / hokensho)

Sistem asuransi kesehatan di jepang bisa menggunakan asuransi dari pemerintah / national health insurance (kokumin kenkou hoken 国民健康保険) atau dari swasta. Untuk pelajar biasanya hoken pemerintah, klo orang yang kerja bisa pakai asuransi dari perusahaan. Manfaat membuat asuransi ini sangat besar karena biaya kesehatan di Jepang sangatlah mahal, dan ini juga adalah bentuk kepedulian pemerintah kepada warganya dalam hal kesehatan. Membuat asuransi ini sangat mudah prosesnya, cukup datang ke kuyakusho dan menunjukan bahwa kita (ortu) menggunakan hoken dari pemerintah maka anak kita juga akan terdaftar otomatis dalam hoken pemerintah. Di miyamae kuyakusho, buat hoken ini di loket no 4, barengan dengan shussei todoke.

Dokumen yang perlu dibawa: Shussei shoumeisho, resident card dan hoken ortu, boshitecho.

Output dari sini adalah: kartu asuransi (hokensho) atas nama anak kita.

 

  1. Daftar tunjangan biaya bulanan bayi (Jidouteate)

Pemerintah Jepang memang sangat serius dalam men-support warganya untuk melahirkan dan punya anak. Anak yang lahir ada rezekinya sendiri, dan ini di-implementasikan dalam bentuk tunjangan bulanan dari pemerintah kepada bayi. Besar tunjangannya klo gak salah bervariasi untuk setiap kota, tapi untuk Kawasaki besarnya adalah 15.000 yen/bulan. Klo di miyamae kuyakusho, daftarnya di loket nomor 5, sebelahnya shussei todoke. Disini yang sedikit unik adalah, sebelum kita bisa daftar tunjangan ini, kita harus menyelesaikan dulu urusan hoken dengan loket sebelah. Hal ini karena pendaftarannya perlu mencatat nomor hoken sang bayi. Tadinya saya mengurus semuanya parallel, tapi kata orangnya tidak bisa, sebaiknya tunggu dulu di antrian hoken, dan setelah selesai baru mengurus tunjangan dll. Untungnya hoken jadinya gak lama, mungkin menunggu antrian sekitar 30 menit.

Dokumen yang perlu dibawa: Resident card dan hoken ortu, buku tabungan ortu, hanko ortu, hoken anak.

Output dari sini adalah: telah terdaftar dalam tunjangan bulanan, dan brosur2 tentang jidoteate.

 

  1. Buat kartu berobat bayi gratis (iryousho)

Selain kartu asuransi diatas, biaya berobat bayi di Jepang itu semuanya GRATIS asalkan kita membuat iryousho. Luar biasa memang, seharusnya tidak ada lagi keraguan buat warga jepang untuk menikah dan punya anak, tapi masih saja problem social yang satu ini tidak terselesaikan di Jepang. Bayi sakit apapun, di rumah sakit manapun, asalkan bisa menunjukan iryousho ini, maka seluruh biaya pengobatannya menjadi NOL. Orang kuyakusho sempet bilang sich, ada beberapa rumah sakit yg belum menerima iryousho ini, tapi klopun kita harus berobat disana, maka cukup lampirkan receipt pembayaran, dan seluruh biaya akan diganti reimburse oleh pemerintah melalui kuyakusho.

Dokumen yang perlu dibawa: Resident card dan hoken ortu, hanko ortu, hoken anak.

Output dari sini adalah: kartu berobat bayi iryousho (医療証).

 

  1. Selesaikan urusan tunjangan melahirkan (shussan ikuji ichijikin)

Seperti yang telah saya jelaskan di tulisan sebelumnya part 2, bahwa biaya melahirkan di jepang mendapat subsidi sebesar 420.000 yen dari pemerintah. Uang ini bisa disetorkan langsung ke rumah sakit atau kita ambil tunai setelah selesai melahirkan. Untuk yang memilih cara kedua, tentu saja perlu datang ke kuyakusho untuk mengurus ini. Untuk yang memilih cara pertama, apakah perlu untuk melapor lagi? Sebaiknya ya melapor juga. Saya sendiri melapor lagi karena biaya melahirkannya lebih kecil dari subsidi yang diberikan, jadi saya bisa ambil uang kelebihannya dengan cara melapor ini.

Dokumen yang perlu dibawa: Resident card dan hoken ortu, buku tabungan ortu, hanko ortu, hoken anak, dan receipt biaya total rumah sakit.

Output dari sini adalah: Uang sisa yang akan ditransfer ke tabungan kita.

 

  1. Bikin Resident Card (VISA) bayi (Zairyuu kaado) di kantor Imigrasi Jepang.

Nampaknya urusan ke kantor imigrasi, baik itu imigrasi Jepang ataupun KBRI, selalu saja dinodai dengan tidak lengkapnya dokumen yang dibawa. Saya biasanya selalu teliti untuk masalah kayak gini, menyiapkan berbagai cadangan dokumen, tapi untuk dokumen yang tidak telalu dekat kaitannya, biasanya tidak saya bawa. Contohnya ketika mengurus ini, seluruh dokumen yang diminta sudah saya bawa dengan lengkap, kemudian tiba-tiba saja dibilangin petugasnya klo saya perlu menunjukan surat keterangan student. Tentu saja saya tidak menduga ini karena seluruh dokumen yang diperlukan itu yang terkait dengan bayi saja, kenapa jadi perlu dokumen itu? Ada kemungkinan karena saya statusnya student dan (agak aneh mungkin) punya anak. Kemudian saya tunjukan dokumennya dalam softcopy dari hape saya dan mereka bilang perlu dokumen tersebut dalam bentuk print. Yowes jadinya saya gagal mengurus resident card hari itu di shin sugita. Kemudian saya tanya apakah saya bisa mengurus ini di shin-yurigaoka (karena lokasinya lebih dekat rumah saya), dan mereka bilang boleh, jadinya keesokan harinya saya mengurus di shin-yurigaoka dengan membawa tambahan dokumen student certificate (dan transkrip dan surat monbusho buat jaga jaga) dan Resident card nya selesai hanya dalam hitungan sekitar 30 menit.

Photo 8-17-16, 13 46 36

Dokumen yang perlu dibawa: Form aplikasi, form quisioner, letter guarantor, Parpost ortu, passport anak klo udah jadi, Juri shoumeisho dan Juminhyou terbaru (dapat dari kuyakusho). Buat tambahan kita yang student: student certificate (transcript dan keterangan beasiswa buat jaga-jaga).

Output dari sini adalah: Resident card bayi (tanpa foto).

 

  1. Buat Surat Keterangan Lahir (SKL) di KBRI

Surat keterangan lahir (SKL) adalah pengganti akte kelahiran anak yang lahir di Jepang. Hal ini karena yang boleh mengeluarkan akte kelahiran adalah pemerintah di Indonesia, maka anak2 yang lahir di luar harus mengurus SKL yang kemudian SKL ini bisa dikirim ke Indonesia untuk diurus akte kelahirannya dan dimasukkan ke dalam KK kita di Indonesia. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, selalu saja ada sedikit masalah kalau mengurus dokumen di kantor imigrasi (dalam kasus ini KBRI), yaitu kurang sedikit dokumen, yang mana dokumen itu tidak diminta di list persyaratan. Phew.. Untungnya saya bawa dokumen lebih jadi saya tidak perlu mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Ketika mengurus SKL ini, dokumen saya yang “kurang” tersebut itu adalah fotokopi resident card ortu (bapak dan ibu). Walaupun di KBRI ada mesin foto kopi, katakanlah yang mengurus dokumen ini bapaknya, klo si bapaknya kagak bawa ktp ibunya, maka selesailah itu (DONE!) pengurusan dokumen, pulang, trus besoknya baru bisa dateng lagi ke KBRI. Pengurusan SKL tidak bisa parallel dengan passport, jadi harus bikin SKL dulu, trus SKL jadi setelah 1-2 hari, kemudian ambil SKL sambil urus passport, dan passport yang udah selesai bisa dikirim gak harus diambil di KBRI. Intinya saya perlu ke KBRI minimal 2 kali untuk pengurusan dokumen SKL dan passport. SKL memang bisa dikirim ke alamat penerima, tapi apa artinya dikirim klo ujung2nya kita harus ke KBRI lagi untuk mengurus passport. Dan Urutan pengurusan dokumen itu harus SKL dulu baru passport, gak bisa dibalik. Tapi alhamdulillah semua dokumen selesai dengan lancar.

Syarat SKL

Dokumen yang perlu dibawa: Form aplikasi, passport ayah dan ibu (asli dan fotokopi), Fotokopi akta/buku nikah, Fotokopi surat keterangan lahir (shussei shoumeisho atau shussei todoke), Surat kelahiran dari pemerintah (Juri shoumeisho) asli, Fotokopi halaman dalam boshitecho (Yang ada nama ayah, ibu, anak, jam lahir, dll), Biaya 1200 yen. Tambahan: Fotokopi resident card ortu.

Output dari sini adalah: Surat keterangan lahir (SKL) asli dan fotokopi.

 

  1. Buat Passport Bayi di KBRI.

Setelah SKL selesai, saya ke KBRI lagi untuk mengambil dan menggunakan fotokopiannya untuk pengurusan passport. Lagi lagi ada saja dokumen yang kurang (padahal tidak ada di list persyaratan), untuk pembuatan passport ini, dokumen saya yang “kurang” tersebut adalah fotokopi akte/buku nikah ortu (hahaha, itu klo sang ortu ke KBRI ngurus passport tapi gak bawa buku nikahnya/fotokopinya, maka dia harus pulang lagi kali ya..). Untungnya setelah passport jadi, bisa dikirim dengan menggunakan letter pack, jadi kita tidak harus balik lagi ke KBRI. Satu hal yang unik adalah, dalam pengurusan passport, maka pasfoto bayi termasuk ke dalam persyaratan wajib, berbeda dengan resident card jepang yang tidak mewajibkan foto bayi. Memfoto bayi untuk jadi pasfoto cukup tricky, karena bayi fotonya sambil tiduran dan kepalanya gerak gerak. Aturan/Proporsi foto adalah 70-80 % wajah dengan background warna putih serta baju berwarna putih/terang.

Syarat paspor

Dokumen yang perlu dibawa: Form aplikasi (permohonan SPRI), fotokopi resident card ortu, fotokopi akte lahir bayi, Bukti domisili (Juuminhyou), fotokopi passport ortu, 4 lembar pasfoto bayi ukuran 3×4, dan biaya 2650 yen. Tambahan: Fotokopi akte/buku nikah ortu, Resident card dan passport asli ortu.

Output dari sini adalah: Passport bayi (yang ada fotonya, hehe).

 

Summary

Demikian pengalaman saya mengurus dokumen untuk bayi saya yang baru lahir. Perjuangan tidak selesai sampai disini, karena lembaran baru kehidupan akan dimulai bersama sang bayi tercinta.

In conclusion, the necessary document that need to be handle after the delivery are:

  1. Register that our baby had been born to the kuyakusho (shussei todoke 出生届)
  2. Apply for National Health Insurance (hoken 保険書)
  3. Apply for Baby Allowance (Jidouteate 児童手当)
  4. Apply for Baby Health Card (iryoushou 医療証)
  5. Completing the document of Birth lumpsump/Allowance (shussan ikuji ichijikin 出産育児一時金)
  6. Make resident card (Zairyuu kaado 在留カード) in Immigration office Tokyo/Yokohama.
  7. Make passport for your baby in your embassy.

Hope this information useful for you.