Ash

Menjadi bagian dalam pembuktian bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin

Pembagian Rezeki berdasarkan Konsep Expectancy

3 Comments

(Sebelumnya mohon maaf klo cara penulisannya membingungkan pembaca, saya cuma sedang belajar menulis ala karya ilmiah saja)

I. Pendahuluan

Berharap pada rezeki adalah hal yang sangat manusiawi. Namun yang sering menjadi permasalahan adalah bagaimana kita bersikap / berusaha dalam meraihnya. Berdasarkan data [1], ada orang yang sudah berusaha sudah payah tapi kok rezeki tak kunjung datang. Sedangkan menurut [2], dilaporkan bahwa dengan berdagang, maka pintu rezeki akan terbuka. Kurangnya pengetahuan akan konsep rezeki, metode mendapatkannya, serta peluang peluang harapan dapatnya sebuah rezeki menjadi landasan penting agar kita dapat memahami bagaimana sebenarnya hakikat dari rezeki tersebut.

In this paper #eh..
Pada tulisan kali ini, penulis akan coba mendeskripsikan bagaimana peluang peluang dapatnya (expectancy) suatu rezeki relatif terhadap takdir manusia hidup di dunia. Tulisan kali ini tidak akan membahas mengenai pembagian jenis rezeki, ataupun perbandingan cara mendapatkannya. Hal ini karena hal tersebut sudah dibahas disini [3].

Tulisan ini dibagi ke dalam 3 bagian. Bagian pertama membahas pendahuluan disertai dengan gambaran umum rezeki di dunia. Bagian kedua akan dibahas detail mengenai peluang peluang dapatnya rezeki, dilengkapi dengan penjelasan penjelasan pendukungnya. Bagian terakhir adalah kesimpulan dan hikmah yang bisa diambil.

II. Peluang peluang dapatnya rezeki

Bicara mengenai peluang dapatnya rezeki (expectancy), maka tidak hanya terkait dengan usaha namun juga keberuntungan. Konsep keberuntungan dikenalkan oleh [4] dimana hal ini bergantung pada kondisi alam sekitar (#ngasal). Namun pada paper tersebut tidak dijelaskan bagaimana cara mengoptimalkan keberuntungan agar keberuntungan tersebut bisa terus didapatkan. Hal ini tentu akan sulit apabila kita menyederhanakan permasalahan dunia pada lingkup duniawi saja. Konsep keberuntungan akan lebih mudah dipahami apabila menggunakan pendekatan spiritual.

Karena tidak adanya konsep jelas mengenai keberuntungan berdasarkan metode duniawi, maka pada tulisan ini akan dibahas dengan pendekatan spiritual sehingga peluang dapatnya rezeki dapat dievaluasi dengan lebih mudah.

Rezeki (R) yang didapatkan manusia di dunia dapat dimodelkan dengan persamaan berikut:
R = Rpd + C1.Ru + C2.Rb^C3 + exp(Rtds).

Rpd adalah rezeki yang pasti dapat. Menurut [Q.S. 11:6], semua makhluk di bumi, baik manusia bahkan hewan yang melata sekalipun akan mendapatkan rezekinya. Baik dengan usaha ataupun tanpa usaha Insya Allah rezeki bagian ini akan didapatkan oleh setiap mahluk. Dengan begitu peluang dapatnya rezeki suatu makhluk di bumi tidak akan bernilai nol.

Ru adalah rezeki yang didapatkan dengan usaha. Menurut [Q.S. 53:39], setiap manusia akan mendapatkan berdasarkan apa yang telah diusahakannya. Rezeki ini adalah rezeki yang perlu diusahakan untuk didapatkan sehingga rezeki kita bisa bertambah di bumi ini. Besaran Ru ini bergantung pada besar kecilnya usaha yang diberikan. Adapun faktor pengali C1 bergantung dengan pengalaman/skill/kesungguhan untuk memperbaiki diri. Dengan meningkatnya faktor ini, maka rezeki yang didapat bisa menjadi berlipat.

Rb adalah rezeki yang didapatkan apabila kita bersyukur. Menurut [Q.S. 14:7], apabila kita bersyukur, maka pasti akan ditambahkan rezeki kita, namun apabila kita mengingkari, maka justru azab yang didapatkan. Artinya terdapat nilai positif maupun negatif dari parameter Rb ini. Karena itulah rezeki yang sudah didapatkan bisa bernilai berkah ataupun justru menjadi penambah kesulitan di dunia. Selain itu juga, melihat karakteristik ini, maka dapat dikatakan bahwa parameter C3 ini merupakan himpunan bilangan positif ganjil. Kemudian koefisien C2 bergantung pada pemahaman / ilmu yang dimiliki.

Parameter terakhir adalah Rtds yaitu rezeki yang tidak disangka sangka. Menurut [Q.S. 65:2-3], apabila kita bertakwa dan bertawakkal kepada Allah, maka kita akan mendapatkan rezeki dari arah yang tidak disangka2. Rezeki yang tidak disangka2 biasanya bernilai random value yang bisa sangat besar dan meningkat secara eksponensial. Pada kondisi kita sedang tidak beruntung maka nilai ini tidak akan membuat menjadi minus.

III. Kesimpulan

Pada tulisan ini telah dijelaskan mengenai konsep rezeki berdasarkan peluang dapatnya (expectancy). Persamaannya yang mempengaruhi tiap parameter telah dijabarkan. Dan pembuktian telah diverifikasi secara logika masuk akal.

Untuk pengembangan selanjutnya, diharapkan agar konsep expectancy dan dikaitkan dengan jenis2 rezeki sehingga apabila kita ingin meraih rezeki tertentu, kita bisa mengusahakan dan peluang dapatnya juga bisa optimal.

Acknowledgment:
Penulis ingin berterima kasih kepada Prof. Muslikhin dosen ugm yang telah hadir di tokodai dan berbagi konsep mengenai rezeki manusia di pengajian midori.

Referensi:
[1] wiki
[2] google
[3] yahoo search
[4] bing

Advertisements

Author: ashlih

electrical engineering ITB no gakusei desu

3 thoughts on “Pembagian Rezeki berdasarkan Konsep Expectancy

  1. wah menarik juga nih slih hehe,
    jadi Rpd itu slopenya ya,
    nice lish 😀

  2. cool banget slih, sungguh (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s