Ash

Menjadi bagian dalam pembuktian bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin

Junia shunyukai

5 Comments

1. Apaan itu? Sebuah acara pertemuan alumni lab rutin tiap tahun.
2. Ngapain aja?
Student presentasi riset dalam 6-7 menit, alumni sharing2 cerita.
3. Lalu saya ngapain?
Presentasi, makan sushi, minum cola, foto.
4. Ada hal spesial? Ada, yg spesial merepotkan ama spesial ngobrol2.
->Spesial tp merepotkan adalah gw dsuruh ama sensei presentasi riset dalam bahasa jepang. Trus pas hari H gw bilang ke sensei ga mau, nyerah aja, tp ga boleh ama sensei, pokoknya harus nyoba walaupun sedikit, yaudah untung udh persiapan sekitar sepertiga slide, jd sebagian nihonggo, sebagian eigo. Bodo amat keliatan gejenya, yg penting emg sensei yg nyuruh dan gw udh bilang di awal presentasi masih belajar. Trus yg paling ribet adalah, menebak arti pertanyaan yg dilempar ama alumni (dalam bahasa jepang), sumpah ini horror banget, gw ga mau mengalami peristiwa ini lagi..
->Spesial ngobrol2 adalah, ada alumni (orang tua) ngajak ngobrol santai tentang riset, kehidupan di jepang, dll. Eh trus dia nanya tentang makanan, trus gw bilang aja gw islam jadi ga makan babi dan alkohol. Ternyata pernyataan gw itu mengundang banyak sekali pertanyaan dari alumni tsb. Salah satunya:
Kenapa ya di al quran tertulis larangan makan babi, alkohol, atau anjuran puasa? Hmm.. Kenapa ada aturan itu, to be honest sangat mudah menjawab pertanyaan ini, tp gw sedang menerka2 kenapa pertanyaan seperti itu bisa muncul di pikiran mereka?
Gw coba jawab dengan dua logika,
Satu adalah karena Al quran diturunkan oleh Allah, tuhan pencipta kita, maka kita tentu akan mengikuti aturan tersebut, baik larangan ataupun anjuran. Kedua gw jawab bahwa orang islam meyakini kehidupan setelah kematian. Oleh karena itu segala perbuatan baik atau buruk akan ada balasannya. Ketiga gw cuma bilanh bahwa dua tadi alasan utama, adapun alasan lain seperti untuk kesehatan, dll adalah alasan yang dipikirkan manusia saja. Setiap orang yg berpikiran positif pasti akan mencoba mencari pelajaran dari setiap peristiwa.
Sampai sini gw cukup yakin dari cerita banyak orang bahwa orang jepang tidak berpikir sampai kesana, but this time is different. Dia bilanh bahwa, orang jepang juga sama bahwa mereka berpikir ada balasan dari setiap perbuatan, termasuk surga dan neraka. Whaat?! Gw ga pernah nich denger orang jepang ngomong ini. Trus dia bilang, cuma orang jepang ga pernah mikirin agama..
Hoo.. Kyknya karena mereka berpikir ke arah nilai universal aja..
Well thats fair for me, karena gw yakin bahwa jika memang mereka diberikan hidayah oleh Allah, maka pasti akan dimudahkan dalam mempelajari islam. Kalau memang belum takdirnya, maka kita tidak bisa berbuat apa2 juga, karena Allah sang Maha Adil juga punya cara sendiri untum mengadili orang tersebut, dengan cara yang tidak akan bisa dipahami logika manusia saat ini.
Terakhir karena gw ga bisa berkata apa2 lagi, gw cuma menaggapi, saya juga masih perlu belajar banyak lagi tentang islam, ataupun tentang agama.
Semoga aja sich dia nangkap maksud yg pengen gw sampaikan, yuk kita lebih berpikir lagi tentang hakikat hidup ini.. Jadilah orang orang yang berpikir..
===
Maaf berantakan nulisnya, ditulis langsung abis party, takut lupa..

Advertisements

Author: ashlih

electrical engineering ITB no gakusei desu

5 thoughts on “Junia shunyukai

  1. cieeeh party mulu kerjaannya *padahal gw lebih parah keknya haha*
    jadi inget kemaren gw ngebahas hal2 kayak gini sama temen gw muslim dari pakistan, kenapa kita dilarang ini itu, sebenernya pastinya dengan sifat Allah yang Ar-Rahmaan Ar-Rahiim, pasti itu demi kebaikan kita, misalnya kita dilarang makan babi dan minum alkohol, ya pasti ada hal buruknya di situ, cuma gimana ya, terkadang meyakinkan orang lain itu lebih susah, apalagi kalau cara pandangnya udah beda. err, kalau gw plus takut nyinggung juga sih terkadang, haha…
    still learning…

    • Klo cara pandangnya udh beda, ga perlu takut menyinggung kali mit.. Toh ketika dia bertanya aja dan dia tau berbeda, pasti dia juga berusaha tidak menyinggung, atau bertanya aja juga bisa jd bentuk menyinggungnya dia
      *ngomong apa sih gw*

  2. hehe jadi sarana dakwah ya, gw juga suka appreciate klo ada yang nanya, semoga gw juga ngasih jawaban yang pas, wallahu alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s