Ash

Menjadi bagian dalam pembuktian bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin

Anjing (2)

Leave a comment

20131231-124436.jpg

Di jepang banyak sekali orang yang memelihara anjing. mereka selalu ada hampir di semua tempat. berbagai jenis,warna dan ukuran juga menjadi sebab lucu2nya anjing disini. klo ketemu anjing kembar disini mungkin agak biasa, tapi waktu itu gw pernah ketemu anjing setinggi pinggang orang dewasa, beuh gede banget kayak singa, ngeri, warnanya putih bersih. waktu itu gw mau lewat, kemudian gw berpapasan ama itu anjing, gw perkirakan kekuatan, dan kecepatan gw klo harus berantem ama itu anjing, kayaknya gw bakal KO dech.. sempat gw terdiam sejenak, perlukah gw cari jalan lain, atau tetap lewati saja.. tapi kelamaan mikir, si anjing dan pemiliknya udh keburu mendekati gw.. #hwaaa (ya orang dia juga lagi jalan kok),haha.. tapi ternyata ketika kita lewat, itu anjing minggir juga, haha.. ternyata anjingnya jinak.. hehe..

hebatnya, banyaknya anjing di jepang, tidak berbanding lurus dengan banyaknya kotoran anjing di pinggir jalan. justru sebaliknya, disini tetap sangat bersih hampir ga ada kotoran anjing. kenapa bisa begitu? klo itu gw udah dapet jawabannya disini,hehe

sebenarnya, sebagai seorang muslim, bagaimana sich sikap kita bersikap terhadap anjing? rasanya yang sering terdengar di telinga kita adalah orang islam dilarang memelihara anjing, tapi kucing diperbolehkan, padahal anjing lebih cerdas dibandingkan kucing. atau kucing kan berbahaya punya toksoplasma. dsb.

hmm.. gw juga bukan ahlinya sich, tp sejauh yang gw pahami sampai saat ini, islam memang melarang umatnya untuk memelihara anjing tanpa tujuan.

“Siapa memelihara anjing, selain anjing pemburu atau penjaga tanaman dan binatang, maka pahalanya berkurang setiap hari satu qirat” H.R. Jamaah

dan hadist-hadist lain seperti malaikat tidak mau masuk ke rumah orang yang dirumahnya ada anjing, dll.

oleh karena itu, alasan utama seorang muslim tidak ingin memelihara anjing dirumahnya adalah karena rasa cintanya pada aturan Allah dan RasulNya sehingga setiap perintah dan larangan akan senantiasa dipenuhinya. hal ini juga sama ketika ditanya, mengapa orang islam tidak makan babi? padahal di jepang ini semuanya makan babi, dan babi bisa dimasak sampai sangat bersih kok.. kembali lagi kepada alasan utama bahwa hal tersebut sudah menjadi larangan yang tegas dari Rabbnya.

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali sempat kamu menyembelihnya…” Q.S. Al Maidah 3.

namun yang menarik adalah, islam sangat memperbolehkan memakan binatang hasil buruan dari binatang pemburu, seperti anjing atau binatang pemburu lainnya (rajawali,dll)

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) Apakah yang dihalalkan buat mereka? katakanlah, telah dihalalkan kepadamu yang baik-baik dan segala sesuatu yang kamu ajar dari binatang-binatang penangkap yang terdidik, yang kamu ajar dari segala sesuatu yang Allah ajarkan kepadamu, lalu makanlah apa yang mereka tangkap untuk kamu dan sebutlah asma Allah atasnya” Q.S. Al Maidah 4.

dari sini jelas bahwa binatang buruan tersebut harus diajarkan untuk berburu, dan binatang tersebut harus berburu untuk tuannya, bukan untuk dirinya. dan sebelum dilepaskan anjingnya, maka niatkan terlebih dahulu dan bacalah basmalah.

“kalau engkau melepaskan anjingmu, sebutlah asma Allah atasnya, maka jika anjing itu menangkap untukmu dan engkau dapati binatang buruan itu masih hidup, maka sembelihlah” H.R. Bukhari dan Muslim

“kalau kamu melepas anjing, kemudian anjing itu makan binatang buruannya, maka janganlah kamu makan buruan itu sebab berarti anjing itu menangkap untuk dirinya sendiri. tetapi jika kamu lepas anjing itu kemudian membunuh dan tidak makan, maka makanlah karena anjing itu menangkap untuk tuannya” H.R Ahmad.

itu semua adalah dalil yang Rasulullah ajarkan kepada kita. adapun hikmah yang bisa kita petik dari perkembangan zaman sekarang ini, dapatlah bervariasi dan beraneka ragam. apakah itu anjing memiliki rabies, cacing pita, atau virus lainnya. begitu pula dengan kucing atau babi. mereka masing masing juga memiliki kelebihan dan kekurangan. kalau kita googling, cukup banyak juga yang membahas tentang kelebihan dan kekurangan anjing maupun kucing. tentunya berbagai penciptaan tersebut supaya manusia berpikir dan merenungkan kebesaran Rabbnya.

apakah islam membenci anjing? kalo menurut gw sich tidak. yang menarik adalah, adanya kisah seorang pendosa, kemudian karena ujian yang Allah berikan pada saat itu (cukup kompleks pembahasannya ^^v), dan ternyata ia saat itu memberi minum seekor anjing yang kehausan, akhirnya ia dimasukkan ke surga oleh Allah (swt). ada juga kisah seorang yang memelihara kucing tapi tidak diberi makan, tidak dibiarkan kucingnya mencari makan sendiri dan dikurung sampai mati, maka orang itu masuk dihukum Allah di neraka.

oleh karena itu, kita juga harus berbuat baik dan adil kepada seluruh makhluk ciptaan Allah. adil artinya sesuai hakikat penciptaannya, misal ayam untuk dimakan dengan cara disembelih terlebih dahulu, maka lakukanlah hal itu, karena itu lebih dekat kepada taqwa bagi manusia, dan tentu bagi hewan tersebut mereka ingin hidup dan matinya melalui jalan yang Allah tetapkan juga kan..

as for my self, i prefer cat than dog because Rasulullah also like a cat. how about you? šŸ™‚

<insert>

20131231-124803.jpg

Advertisements

Author: ashlih

electrical engineering ITB no gakusei desu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s