Ash

Menjadi bagian dalam pembuktian bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin

Telak

Leave a comment

Seperti biasa di lab saya tiap bulan akan ada presentasi progress report kita selama sebulan ini udh ngapain aja. Habis ritual rutin tersebut, biasanya akan dilanjutkan dengan ritual rutin selanjutnya yaitu party. Seperti biasa juga, ketika party mereka akan minum2 bir dan saya minum coca cola/teh saja. Tapi, ada yg tidak biasa dari party kemarin, yaitu setelah party teman lab saya ngajak ngobrol lagi. Dan topiknya cukup menarik yaitu masalah cewe.
Kita orang indonesia disini, bisa dikatakan sering mendapatkan pemahaman bahwa jepang dalam beberapa tahun ke depan akan kekurangan SDM karena jumlah orang menikah dan punya anak sangat sedikit. Itu memberikan semangat kepada kita bahwa kita di masa depan ada peluang untuk lebih maju. Mari kita katakan bahwa pendapat tersebut cenderung tepat karena memang itu kenyataan yang dialami kebanyakan masyarakat jepang.
Sayangnya saja hal tersebut tidak berlaku pada diskusi saya kemarin..
Ketika dia bertanya apakah saya punya pacar, dll.. Sederhana aja saya tinggal bilang tidak punya. Dia kasian ama saya karena merasa bahwa kita teman sehingga dia ingin membantu mengenalkan. Ya, karena memang di jepang ada budaya untuk saling mengenalkan orang (omiai / gokon) untuk kemudian jika cocok bisa dilanjutkan sendiri. Hehe.. Tertarik sich tapi sayangnya tidak akan saya lakukan..
Pembicaraan terus berlanjut sampai akhirnya saya coba membelokkan dan bertanya balik pada teman saya, “kamu kan udh punya pacar, bahkan sampai sudah pernah berhubungan lebih dalam lagi, kemudian kapan menikahnya?”. Namun saya dibuat terkejut dengan jawabannya: 2,5 tahun lagi saya akan menikah. Jawabnya dengan mantap.
Dan dia pun bertanya balik juga ke saya, ttg rencana saya menikah, dan saya sedikit shock karena tidak bisa memberikan jawaban yg mantap. Sejak awal tujuan saya ingin mengingatkan dia saja betapa memikirkan untuk menikah itu penting, jangan cuma asik2an pacaran aja tapi ga jelas ujungnya kemana. tapi ternyata niat itu tidak terlaksana karena memang dia sudah di depan saya. akhirnya saya cuma bisa bilang, ingin secepatnya jika memang sudah memungkinkan.

Saya kalah telak

Org jepang yg kehidupannya seperti itu, bisa punya perencanaan sangat matang akan menikah dalam waktu dekat.. Mungkin ini bukan kebanyakan org jepang, tapi tetap saja yg saya temui di depan mata adalah hal yg harus saya hadapi. Pelajaran yg bisa saya ambil adalah agar kita tidak memandang rendah atau semua org jepang sama saja. Kita tidak tahu rahmat apa yg Allah berikan pada mereka sehingga kita juga seharusnya mengambil pelajaran dari hal tersebut..

Advertisements

Author: ashlih

electrical engineering ITB no gakusei desu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s