Ash

Menjadi bagian dalam pembuktian bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin

Sampai \^.^/

25 Comments

(maaf banget baru posting ini sekarang, ini cerita tentang minggu minggu awal saya di jepang) enjoy 🙂

Alhamdulillah, akhirnya sampai jepang dengan selamat. Tiba di Bandar udara Narita kamis 27 september jam 8.40 waktu jepang (06.40 WIB). Banyak sekali pengalaman berharga hanya dalam waktu beberapa hari disini, kesan pertama yang terbentuk tentang jepang bahwa memang mereka adalah Negara yang sangat maju, tertata dengan rapi, disiplin waktu dan penduduknya, dan juga keramahan orang asia terlihat pada caranya berkomunikasi.

Biar ga bingung mau cerita apa, saya cerita berurutan aja berdasarkan waktunya (seperti tarikh),hehe..

;

1. Sampai Bandara

Begitu sampai di bandara, yang harus kita lakukan adalah melewati bagian imigrasi. Semula santai santai aja karena saya adalah mahasiswa dan mengurus semua administrasi secara legal, harusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Disini dipisahkan bagian imigran turis dan pelajar. Untuk turis karena mereka akan mengunjungi jepang kurang dari 3 bulan, maka mereka hanya diperiksa visa saja (mungkin). Kalo untuk pelajar, karena mereka akan tinggal lebih dari 1 tahun, maka dibuatkan “Resident Card” langsung di bandara tersebut. Ini adalah kebijakan baru di jepang, karena biasanya resident card tidak dibuat di bandara, tapi di kantor kelurahan (mungkin) terdekat dengan tempat tinggal.

Nah cerita saya belum berakhir disini, ketika itu saya ditanya, silahkan keluarkan passport dan “certificate of eligibility”. #tengtoong. Apa itu certificate of eligibility? I don’t have any.. aaa… gawaat… dalam hati gw berpikir, apakah gw akan dideportase begitu saja? Padahal baru nyampe.. tidaak.. -________-

Belakang gw pelajar Indonesia ternyata punya itu. Belakangnya lagi pelajar juga ternyata punya itu. Nah lo… kok gw doang yang ga punya?? #facepalm. Gw bener bener ga tau karena ga ada instruksi apapun tentang itu. Akhirnya dengan sedikit memelas, saya yakinkan petugas tersebut bahwa saya tidak disuruh membuat itu, sehingga saya ga punya. Akhirnya petugas tersebut mengecek visa saya dan karena visa saya adalah visa pelajar, akhirnya saya diizinkan masuk juga, Alhamdulillah..

Setelah itu semua proses sisanya adalah proses biasa, mengambil bagasi, melewati pengecekan bagasi, dan keluar menuju lobi bandara. Ada banyak orang menjemput menggunakan nama tertulis di kertas. Iseng aja saya lihat siapa tau ada nama saya, walaupun saya tau bahwa saya tidak akan dijemput,hehe.. dan ternyata benar tidak ada yang menjemput di bandara 😦

setelah celingak celinguk ga jelas melihat sekeliling, akhirnya saya bisa mengidentifikasi beberapa tempat penting yaitu toilet, tempat kirim bagasi (baggage delivery service), tempat jual tiket, dan satpam buat nanya nanya, hehe. Bagasi saya kirim pake baggage delivery service karena bagasi saya 60an kg, haha.. -__-‘

Setelah keluar, selanjutnya menuju ke dormitory. Caranya bisa naek kereta atau bus. Naik bus (lupa namanya) ke arah Tama-Plaza stasiun. Nanti disana baru ke Aobadai station naek kereta. Tempat tinggal saya di shofu dormitory, di Aoba-ku, Yokohama-shi, Kanagawa-ken, Tokyo. Waktu di bus, saya beranikan diri ngomong ke orang sebelah pake bahasa jepang dikit dikit. Dalam hati saya berpikir, jangan harap mau hidup lama di jepang kalo nanya aja ga berani. Akhirnya setelah menarik nafas panjang dan menenangkan diri, saya cuma bisa ngomong “permisi, klo udah sampe tama plaza, tolong beritahu saya ya..”

Trus dia jawab, “oh, hai wakarimashita..”

Haha.. udah ga berani mau ngomong apa lagi.. kayaknya kehidupan gw akan sulit di jepang nich -___-

Turun dari bus, ternyata dia juga turun di tama plaza. Trus melihat saya celingak celinguk ga jelas, ternyata dia menawarkan bantuan ke saya pake bahasa inggris. T_T akhirnya saya bisa ngomong sedikit panjang dech.. kemudian saya dijemput ka nur, alhamdulillah, bisa ngomong panjang lebar dech..

;

2. Sampai Dormitory

sampai dormitory saya disambut oleh Ms. Negishi, bagian office di dorm ini. Kesalahan pertama yang saya buat adalah, saya tidak memperkenalkan diri dengan baik. Mungkin karena saya juga terbawa suasana, karena disodori form gitu, jadi tanpa sadar saya langsung saja duduk dan mengisi form itu. Haduh.. padahal orang itu bakal jadi orang yg bakal saya temui tiap hari tapi saya malah gagal memberikan kesan pertama dengan baik -__- untungnya Negishi-san juga sepertinya tidak terlalu mempermasalahkan, mungkin sudah mengerti karena orang asing kali ya..

setelah mengisi dokumen dokumen, akhirnya ada tutor di dorm itu datang. Tutor itu bertugas sebagai pembimbing asrama, klo ada apa apa bisa tanya dia. Tutornya dari cina, nama panggilannya sheng. Dia udah jago bahasa jepang, tapi bahasa inggrisnya ga terlalu bagus, akhirnya kami saling berkomunikasi dengan sedikit bahasa tarzan dech..

ternyata dorm yang saya tempati ini dorm yang sangat bagus, lengkap, dan murah banget. Di kamarnya udah ada meja belajar + lampunya, lemari buku, lemari baju, telepon, wastafel, AC (+bisa heater), kasur, daaan… kulkas bo! Ya ampun, ada kulkas di kamar gw, beneran kayak nginep di hotel ini mah.. adapun toilet, shower, laundry, kitchen semuanya di ruang publik. Tiap kamar pun ada teras kecil yang terhubung ke jendela luar untuk menjemur pakaian. Benar benar kondusif untuk belajar. Diluar itu juga kita dapet kotak pos (mail box). Di mail box itu terutama bertujuan untuk meletakkan pesan/tagihan biaya, dan juga sebagai tempat absen, apakah kita sedang ada di dorm atau tidak. Selain itu juga di fasilitas umum ada TV, meja pimpong, ruang tamu, majalah, dll. Wah pokokny lengkap. Hanya satu kekurangan dorm ini. Kekurangannya adalah toilet kering. Gw stress klo mau buang air disini, ga boleh ada air tumpah ke lantai. -__- trus di toilet ga ada semprotannya, semua pake tisu, alamak.. gw harus atur strategi nich.. mau ga mau gw bawa gayung kecil terus klo ke toilet, dan menyiram dengan super hati2 dengan air yg sangat terbatas, terus pindah ke tempat shower untuk bilas. Yg jadi masalah klo diluar asrama, entah harus bagaimana kita lihat saja nanti.. -__-

oh iya, sistem internet di dormitory ini udah sangat hebat sebenarnya, udah tinggal pasang kabel aja, dan baru bisa diaktifkan ketika awal oktober karena itu saya masih kesulitan untuk menggunakan internet disini di awal awal sampai, saya cuma bisa pinjam ke kamar tetangga indonesia (yang kamarnya jauh) yang udah bisa pake internet duluan.

;

3. Sekitar Dormitory

jarak dari dormitory ke stasiun sekitar 15 menit jalan santai dan 10 menit jalan cepat. Nah di dekat stasiun ada banyak kehidupan pertokoan. Klo mau beli apa apa jalan aja ke sekitar stasiun maka kita akan menemukan toko serba 100yen, supermarket, toko roti, mall, tempat main game, potong rambut, tempat makan, dll.

seperti yang sudah sering kita dengar, mencari makanan disini tidak mudah, harus ekstra hati hati karena banyak mengandung babi dan sake/alkohol. Oleh karena itu kita harus belajar kanji dan katakana, terutama untuk benda benda terlarang itu. Trus disini ternyata minuman keras dijual bebas -__- rasanya harus ada dech orang yang udah bisa bahasa jepang trus menyiapkan list barang halal dan haram, terutama untuk kebutuhan sehari hari, karena ini penting banget, mengingat barang tersebut akan masuk ke dalam diri kita, dan akan menjadi darah daging kita selanjutnya.. atau mungkin listnya sudah ada tapi belum tersosialisasikan dengan baik.. (atau mungkin juga gw yang ga update)

;

4. Tentang sistem transportasi

wah ini keren banget, keren parah. Sistem transportasi umum seperti kereta dan bis menjadi primadona disini. Semua orang dari pelajar sampai karyawan, anak kecil sampai orang tua, penduduk local sampai orang asing, semuanya menggunakan (butuh) sistem transportasi yang sudah sangat tertata dengan rapi ini. Jadwal kedatangan dan keberangkatan sangat tepat, disini 1 menit sangat berarti, terlambat 1 menit, maka kita bisa kehilangan kereta ekspress, dan terpaksa harus menggunakan kereta biasa. Jalur keluar masuk juga sangat secure, menggunakan tiket ataupun kartu langganan seperti pasmo/suica. Penjelasan tentang perpindahan jalur juga cukup mudah dipahami oleh orang awam seperti saya ini. Disini semuanya mengantri ketika mau masuk ke dalam kereta, biasanya didahulukan orang keluar terlebih dahulu. Kalo naek escalator, sebelah kiri untuk diam di tempat, sedangkan sebelah kanan untuk orang yang naik sambil berjalan/lari. Ga ada yang namanya ngobrol di escalator sambil ngalangin jalan. Di dalam kereta kebanyakan mereka mendengarkan musik/video sambil menggunakan earphone, baca buku/novel, atau tidur. Yang ngobrol di kereta jarang, walaupun ada juga. Orang juga klo berdiri di kereta sangat teratur, mereka akan berdiri sesuai dengan letak pegangan tangan, berdiri dengan rapi. Oh iya, disini ga ada yg namanya pemeriksaan tiket, semua sudah tercatat dengan rapi oleh sistemnya dari pintu masuk sampai pintu keluar. Dengan membeli satu tiket ke tujuan tertentu, kita bisa berputar2 dulu sampai sejauh apapun asalkan tidak keluar dari stasiun dan kita keluar di tempat yang tepat, kalaupun kita keluar di tempat yang salah, maka pintu keluar tempat kita memasukkan tiket tidak bisa terbuka, maka kita bisa melakukan fare adjustment terlebih dulu, baru bisa keluar. Wah pokoknya keren banget, udah bisa diprediksi kapan kereta datang, dan kapan kita sampai.

;

5. Tentang Kampus Ookayama

waah… liat lab saya keren banget.. mirip avrg (berantakannya) tapi dengan peralatan yang lebih lengkap, tapi lebih kebanyakan barang mekanik daripada elektronik. Mungkin lebih mirip tekprod kali ya. Trus klo di lab lain kan jarang ada tempat tidur, ditempat saya ini ada sofa, yg memang biasa dipake buat tidur, haha.. emang bener bener kerja rodi nich kayaknya disini nanti.. ah iya, hal gawat yang ada di lab saya, ada poster cewe gimanaa gitu dipajang di dalam lab -__- kayaknya karena lab saya sepi pelajar asing, jadi lebih banyak orang jepang didalam lab saya, sehingga mereka merasa seperti rumah sendiri..

kampusnya kecil, mirip kayak ITB, tapi ga kotak kayak ITB. Setidaknya disini lebih luas daripada ITB, tapi jauh lebih kecil klo mau dibandingin ama UI. Trus yang merancang arsiteknya hebat dech, ada taman ditengah kampus, yang dikelilingi pohon (entah pohon apa), tapi katanya nanti klo musim semi, bunganya bakal bermekaran. Mirip kayak ITB, yg ada bunga mekar setiap bulan juli-agustus ketika mahasiswa baru datang.. klo sekarang lagi musim gugur jadi banyak daun berguguran disana. Tapi enak banget suasananya, saya suka duduk santai disana sambil makan (sore)

20121026-211735.jpg

disini semua serba otomatis. Pintu masuk udah buka tutup otomatis, klo udah jam malem, harus buka pake kartu. Air wastafel otomatis. Wc bilas otomatis, dikelas udah ada proyektor samping, papan tulisnya pake kapur. Lampu lab dan wc bisa hidup dan mati otomatis klo ada orang. Wah keren pokoknya..

disini juga ada kantin yang menjual makanan halal, bukan cuma masalah daging, tapi juga alat untuk memasaknya, dan cara memotongnya. Hanya saja menu makanan halal ini sangat sedikit variannya, tapi gapapa yang penting ada. Untung saya bukan tipe orang yang mudah bosan dengan satu makanan, saya bisa makan makanan yang sama dalam waktu berbulan bulan, sudah terlatih sejak di bandung,hehe..

Tokodai punya 3 kampus, ookayama, suzukakedai, ama tamachi. Lab saya di kampus ookayama, tapi kebetulan semester ini saya ambil 4 sks kuliah di suzukakedai jd tiap minggu kesana. Klo kampus suzukakedai ini lebih besar daripada ookayama, ada hutan dan gunung segala didalam kampusnya. Klo Kampus tamachi blom pernah ksana.

Ini kampus suzukakedai :

20121024-125610.jpg

;

6. PPI Tokodai

PPI-Tokodai = Persatuan Pelajar Indonesia – Tokyo Institute of Technology.

Ini adalah organisasi yang pertama yang saya temui di jepang, dan tentu saja mereka sudah seperti keluarga bagi mahasiswa Indonesia. Bagaikan bertemu dengan oase di tengah padang pasir. Ketika pertama tiba di jepang, tidak ada yang kita kenal, hanya bertemu orang asing/orang baru. Ketika diajak kumpul PPI Tokodai, tentu saya sangat bahagia. Kita akan bertemu dengan orang orang yang sudah berpengalaman selama di tokodai dan jepang, tentunya akan banyak informasi bermanfaat nantinya. Selain itu juga kita jadi bisa bertanya banyak hal dengan komunikasi yang lebih mudah, seperti masalah makanan halal, mesjid, tips trik kuliah, dll.

Pertemuan pertama dengan PPI Tokodai diadakan di tsuruma kouen, di deket stasiun minami Machida. Disini akhirnya saya mengerti apa maksudnya istilah pa lurah itu, bertemu dengan orang orang yg selama ini hanya pernah dikenal melalui milis, dan pastinya memberikan sedikit ketenangan dalam hati, bahwa kita tidak sedang berjuang sendiri di jepang. Banyak orang yang sedang berjuang disini, kita hanyalah bagian sangat kecil dari mereka. Bahkan saya pun menyadari bahwa, saya sedang memulai sesuatu dari nol kembali, dari semua aspek, baik itu riset, pendidikan, sosial, pengalaman, dan juga cita cita. Mungkin seperti membuka kembali lembar kehidupan baru. Ada asa disana 🙂

Disini kami ada acara kenalan pastinya, makan makan, dan juga penjelasan berbagai kegiatan yang biasa dilakukan PPI Tokodai, termasuk pemilihan ketua baru karena kebetulan kepengurusan lama sudah saatnya lengser. Selesai acara, saya diajak ke tempat penjualan daging halal di.. (aduh udah lupa lagi, tapi ntar bisa nanya lagi kok,hehe)

;

7. Sepeda, sampah, perempuan, badai, shalat

Disini banyak banget yang pake sepeda. Motor sangat jarang. Mobil ada sich tapi ga sebanyak di Indonesia. Disini jalan raya sempit sempit, cuma muat buat untuk 2 jalur aja. Bahkan sepeda disini ada kayak nomor polisinya. Parkir sepeda disini juga tertib, ada tukang parkirnya juga kadang kadang. Beli sepeda disini juga relatif murah, klo ga salah sekitar 10ribu yen udah dapet bagus.

Nah klo masalah sampah disini juga sudah sangat tertib. Sampah dibedakan menjadi berbagai macam. Detailnya ada, tapi saya sendiri ga hapal hapal ampe sekarang. Minimal itu ada sampah yang burnable (kertas, sisa makanan,dll), plastic (terutama yg ada tulisan プラ), kotak susu (minuman) yang recycle, botol dan kaleng non gas, kaleng gas, baterai, dll. Ga ada yg namanya sampah dipinggir jalan, klopun ada hanya sampah daun berguguran..

20121026-211802.jpg

wah klo perempuan susah nich bahasnya. Yg jelas mereka disini kebanyakan pake rok diatas lutut, trus pake stoking panjang, baik pelajar maupun umum. Mereka pede pede aja mungkin karena sudah membudaya kali ya. Klo naek kereta yg kondisinya agak rame, klo bisa jangan duduk, karena mereka bisa saja berdiri tepat didepan mata anda dikarenakan bentuk kursinya menyamping dan pegangan untuk berdiri ada di depan kursi. -__- yabai yo sore..

nah waktu itu pernah ada berita akan datang badai di tokyo. Semua dianjurkan agar tidak keluar rumah. Karena saya ga tau apa apa, jadi takut juga mau keluar, cuma berani mendekam di kamar aja. Alhamdulillah ga terjadi apa apa di yokohama (deket Tokyo), cuma emang bener malemnya itu hujan lebat, dan anginnya kenceng banget. Klo di Tokyo katanya sampe ada mobil yang kegeser angin..

klo masalah shalat disini, mesjid sangat jarang sekali. Di daerah saya tidak ada mesjid, hiks T.T jadi ga pernah denger azan. Klo di kampus ada mushala. Satu ruangan lumayan besar yang digunakan untuk shalat sehari hari dan shalat jumat. Yang jelas ini beda banget ama Indonesia yang dimana mana azan, shalat gampang, yang shalat banyak, yg ngingetin juga. Disini mau shalat susah, harus cari tempat yang kondusif, ga bisa asal nyari tempat aja. Trus keteledoran yang sering saya alami adalah, nggak inget waktu disini. Jadi sering shalat telat, bahkan sampai jama’ karena sudah lewat waktunya. Astagfirullahaladzim.. Perubahan waktu shalat disini cukup drastic, pertama kali datang magrib jam setengah 6, sekarang magrib udah jam 5. Kemarin kemarin saya ke KBRI, trus setelah itu pulang dan lupa blom shalat asar. Karena kbrinya udah jauh, akhirnya terpaksa cari taman. Alhamdulillah disana ada taman yg lumayan sepi, dan shalatlah saya disana. Karena sudah keburu sadar dan ga mungkin dijama sama shalat magrib, jadi ya harus bisa shalat dimanapun. Klo buat saya pribadi, karena masih sangat awam dengan daerah ini, jadi saya lebih sering jama’ shalat, terutama magrib-isya karena magrib waktunya sangat pendek dan sulit juga mencari tempat. Oh iya, arah kiblat disini 293, saya agak bingung sebenarnya karena ini mirip ama arah klo kita berada di Indonesia. Apa emang sesedikit itu selisihnya? Atau memang klo ga salah perhitungannya agak melingkar gitu? Yah ga ngerti tapi percaya aja dech ama orang yg udah bisa ngitungnya.

;

8. Lain lain

masih ada banyak hal lain yang pengen diceritain sebenarnya, mudah mudahan next time bisa saya ceritakan, mulai dari koudaisai (festival tahunan tokodai), tentang beli hape disini, makan sushi, party lab, dll..

;

segitu dulu ya.. nanti insya Allah disambung lagi.

Mohon doanya semoga senantiasa diberikan petunjuk oleh Allah SWT,

Dan diberikan kekuatan untuk menghadapi segala tantangan ke depan.

Bismillahirrahmanirrahim

New Chapter of Life Had Begun

時間は早く動きます。

20121026-211751.jpg

 

Advertisements

Author: ashlih

electrical engineering ITB no gakusei desu

25 thoughts on “Sampai \^.^/

  1. Waah, mantap slih.. Awak pas kmaren transit ke jepang kalo ngga ada gilang sama bintang udah ga akan berani kemana-mana deh.. haha.. udah bener-bener asing rasanya.. http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10151230341883465.515471.787103464&type=1&l=f0883384cf

    Emang deh sistem transportasinya mantep banget jepang tuh.. Bener-bener didambakan.. Semoga jakarta bisa jadi kayak gitu lih nantinya..

    Soal waktu sholat dan kiblat, harusnya maneh beli jam tangan Al-Fajr lih.. sangat membantu.. awak ada satu lagi sebenernya yang mau dijual *promosi* haha..

  2. ashlih, blog awa yang aktif yang adityokusumo.wordpress.com

    duh, gimana cara gantinya ya ini account awak nge linknya ke blog yang lama -___-

  3. kak, mau komen banyak nih. boleh ya. hehe

    1. ceritain lengkap tentang baggage delivery service dong, kak. klo perlu bikin 1 post sendiri 😛 mulai dari bedanya dgn baggage biasa, daftarnya di mana, bayarnya berapa, barang apa aja yg ga boleh dibawa, dll. onegai ya, kak >_<

    2. jadi cara perkenalan awal yang bener gimana harusnya kak?

    3. list kanji bahan2 makanan haram udah ada kok, kak 🙂 dan udah terpublikasikan dgn baik, cb aja minta ke temen2 PPI pasti pada punya 😀

    4. ditunggu postingan yang tentang beli hp kak 🙂

    • waduh banyak banget mintanya nadine..
      sekarang aja ya, takut lupa/ga sempet jawab nanti,hehe..

      1.
      baggage delivery service yang saya pake itu dikirim dari bandara di jepang ke alamat asrama saya di jepang. setelah keluar dari imigrasi, sebelum keluar pintu bandaranya, ada banyak kok jasa baggage delivery service. kemaren sich saya kena 3000an yen, tapi mau gimana lagi, repot juga klo saya bawa sendiri 60kg di tempat yang antah berantah,haha..

      klo yg nadine tanyain tentang kapasitas bagasi, itu tegantung pesawat yg kita pake. kemaren saya naek garuda, baggagenya maksimal 20kg. trus pernah dapet kabar klo kita bisa ngajuin tambahan maksimal bagasi karena kita pelajar, jadi kemaren saya buat surat permohonan kelebihan bagasi, dan akhirnya dikasih 40kg. sisa 20kg saya bayar denda di bandaranya. ada tempatnya di counter excess baggage.

      klo barangnya karena saya masuk bagasi semua jadi bisa bawa aja termasuk makanan kayak rendang gitu. cuma klo ke kabin ga boleh bawa rendang, bahkan ga boleh bawa air putih

      cukup jelas ga? klo ada yg masih mau ditanyain, tanya aja y..

      2.
      perkenalan yang bener ya perkenalkan diri kita dengan baik dan sopan,hehe.. tunjukan klo kita orang yang ramah dan bersahabat. kemaren itu saya salahnya karena ga memperkenalkan diri sama sekali, ujug ujug langsung duduk di meja trus ngisi form gitu,haha..

      3.
      iya udah ada listnya, saya udah dapet alhamdulillah. tapi ini bukan masalah hitam putih. yang hitam putih udah jelas, tapi yang abu abu ga kalah banyak. bayangin aja, mau makan roti ga jadi karena ada kandungan minyak didalamnya. minyak apa kita ga tau, dan itu kita harus tau apakah itu dari minyak nabati atau hewani. nah yang kayak gini yang agak susah untuk dicari taunya.. yang paling bagus dihindari klo ragu.

      • makasih kak semua jawabannya 🙂 ntar kapan2 nanya lagi 😀

        di fb ada fanpage “Serijaya Indonesia” yang sering nelpon ke pabrik pembuat suatu makanan atau bahan makanan untuk memastikan benar2 tidak ada kandungan hewaninya. trus abis nelpon dia selalu ngepost hasil temuannya itu. bisa dijadiin acuan tuh kak 🙂

  4. Wow! Senangnya baca postingan ini, mendapat kabar dari bro Ashlih yang udah di Jepang sana. Terus posting ya slih.. Biar tetap bisa tau kabar terbaru di Jepang sana. Hehehe.

    • sama sama dey, senang juga mendengar kabar udah 10 minggu..
      tapi entah kenapa gw ga bisa komen di blog dea tuch, kayaknya blogspot lagi banyak maunya y..

  5. izin bookmark gan 😀 *belom baca*

  6. kasih poto2 dong shlee 😀

  7. slih, lo di yokohama? si kored juga deket2 situ, minta ajak jalan2 aja ama koredian. dia pengen banget ketemu lo slih katanya.

  8. oh iya satu lagi slih, dimasa masa susah gitu companionship bisa sangat membantu kayaknya. cepetan cari istri sonooo :P. mau gw cariin apa? hohho

  9. seru banget chih 😀 kalo senggang nggak nge-lab boleh lah sering2 sharing hehe good luck!

  10. gua ga ngerti bagaimana orang2 bisa menjalani hidupnya dengan toilet kering, sungguh gua ga ngerti -___-

    blog gua diprivate, makanya perlu invite2-an, email lu yang bener apa sik? berkali2 gua invite ga berhasil 😦

  11. wah..oke nih kalo pake poto2. gud luck ashlih^^

  12. @ate, @piet :
    oke dech request diterima insya Allah klo sempet,hehe..

    @fajrie :
    gw juga ga ngerti jrie,haha..
    itu email nyampe kok.. cuma disini semua web berubah jadi bahasa jepang gtu, jadi gw agak kagok juga mesti klik yang mana,haha..

  13. asliiiiih, keep contact yaa 🙂

  14. ashliih, ih gue mah sepakat pisan ama komen-nya uci ttg companionship ~ lalalalala~ ;;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s