Ash

Menjadi bagian dalam pembuktian bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin

Tentang Beasiswa Monbusho (MEXT)

46 Comments

Bismillahirrahmanirrahim..

mau coba share info tentang beasiswa monbusho,
terutama yang bagian university recommendation,
terutama lagi yg daftar program IGP(A) di titech
karena alhamdulillah saya dapetnya yg kesana πŸ™‚

(perlu diketahui supaya tidak salah baca,
Untuk di Indonesia ada 2 jalur untuk mendapatkan beasiswa ini,
yaitu embassy recommendation dan university recommendation)

klo untuk embassy recommendation, udah dijelasin sangat detail
di blog mbak reisha, dulu saya juga referensinya kesini πŸ˜€

kemudian ada skema baru untuk beasiswa monbusho sekarang2 ini,
yaitu G30, info lengkapnya bisa liat disini

.

Sekilas Tentang Monbusho

.

Monbusho, atau yang lengkapnyanya monbukagakusho (ζ–‡ιƒ¨η§‘ε­¦ηœ) atau singkatnya MEXT (Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology) adalah kementrian pendidikan di jepang yang mempunyai berbagai program beasiswa setiap tahunnya. Untuk di Indonesia ada 2 jalur untuk mendapatkan beasiswa ini, yaitu embassy recommendation (atau dikenal di indonesia dengan G2G) dan university recommendation (atau dikenal di indonesia dengan U2U).

G2G biasanya dibuka setiap april-mei. untuk program dan persyaratan detailnya bisa dilihat di sini

Klo U2U bergantung pada universitasnya, mereka punya program dan jadwal masing masing untuk penerimaan mahasiswa baru dan pendaftaran beasiswanya. klo titech biasanya setiap oktober-desember.

.

Beasiswa Monbusho U2U

.

U2U adalah singkatan dari University to University. dari sebutannya sudah cukup menggambarkan bahwa beasiswa ini ditawarkan dari suatu universitas kepada universitas lain. tidak seperti G2G yang pendaftarnya bisa dari seluruh penjuru dan profesi, U2U biasanya ditawarkan kepada mahasiswa/sudah lulus dari suatu universitas. biasanya salah satu syarat yang diminta adalah surat rekomendasi dari president/dean (direktur/rektor/dekan) universitas kita kepada universitas tujuan di jepang.

ada yang bilang bahwa untuk dapat meng-apply beasiswa ini, universitas kita dengan dengan universitas yang dituju harus memiliki perjanjian kerja sama (MoU). saya juga pernah lihat di salah satu univ bahwa salah satu persyaratannya adalah : A candidate who is officially recommended by his/her university according to the Exchange Agreement with Toyohashi Tech.
untuk syarat yang satu ini mungkin ada benarnya, hanya saja ketika saya daftar titech tidak ada tulisan syarat seperti diatas. jadi memungkinkan juga untuk mahasiswa dari univ manapun mendaftar, hanya saja “mungkin” peluangnya menjadi berkurang. (update: telah terbukti bahwa program U2U tokodai ini boleh untuk univ manapun di indonesia!)

lalu bagaimana cara kita tau bahwa univ kita memiliki agreement dengan univ di jepang? untuk yang satu ini saya blom tau bagaimana caranya, mungkin dengan mengubek-ubek website univ kita/ univ tsb, atau yang paling tidak yaitu melihat alumni kita / kakak senior kita banyak diterima di univ mana di jepang. untuk ITB sendiri beragam, ada titech, waseda univ, yokohama national univ, nagoya univ, dll. untuk tokodai bisa lihat di siniΒ (update: link disamping ini hanya untuk agreement exchange student aja, bukan untuk program U2U)

untuk beasiswa U2U sedikit berbeda prosesnya dengan G2G. kalau G2G kan kita diseleksi oleh kedubes jepang di Indonesia, sedangkan U2U diseleksi oleh universitas. oleh karena itu ketika mengapply G2G kita tidak disyaratkan sudah diterima di universitas tertentu sehingga yang kita dapatkan adalah beasiswanya terlebih dahulu (direkomendasikan kedubes ke MEXT) baru kita cari universitasnya. adapun untuk U2U, kita harus diterima terlebih dahulu di universitasnya, baru kemudian universitas tersebut yang akan memilih dan merekomendasikan kita ke MEXT.

istilah direkomendasikan memiliki arti bahwa kemungkinan besar kita akan dapat beasiswanya karena di MEXT (hampir) tidak ada proses seleksi lagi, mereka sudah percaya dengan proses seleksi yang dilakukan oleh kedubes ataupun universitas. untuk kuota beasiswa tiap univ beragam, kita bisa cari infonya di univ bersangkutan secara langsung.

.

Tahapan Seleksi

.

secara umum seleksinya ada 2 tahap :

1. Seleksi masuk universitasnya

2. Seleksi universitas untuk merekomendasikan ke MEXT

untuk seleksi tahap 1 tentunya berbeda pada setiap universitas, kita harus melihat langsung pada universitas tujuan kita. mereka juga punya tanggal masing masing. untuk titech, mulai dibuka bulan oktober, dan deadline dokumen sudah tiba di titech tengah desember. Perlu diingat, jangan salah mengira dokumen dikirim pada tanggal deadline (cap pos), dan dokumen sudah tiba sebelum tanggal deadline. kemarin deadline titech tanggal 16 desember sehingga kita harus kirim seminggu sebelum tanggal tersebut (waktu pengiriman menggunakan DHL sekitar 3-5 hari kerja).

sekitar bulan oktober – desember ada banyak sekali yang harus kita lakukan. mulai dari mengisi form, menyelesaikan research plan, meminta surat rekomendasi dari pembimbing dan dekan, me-translate dan me-legalize ijazah dan transkrip, ikut tes TOEFL iBT / IELTS / TOEIC, bikin pasport (buat yg blom punya), dan tentunya memiliki LoA dari professor calon pembimbing kita di univ tsb. semua proses sebaiknya dilakukan paralel karena pembuatan rekomendasi, legalisir ijazah, dan yang lainnya bukanlah dokumen yang bisa diselesaikan dalam 1 hari. butuh waktu berminggu-minggu biasanya.

memiliki LoA (Letter of Acceptance) dari professor calon pembimbing?? bagaimana cara bisa mendapatkan ini? ini adalah proses paling panjang yang harus kita lewati (kecuali kita udah kenal banget ama professornya). akan dibahas di sub bab dibawah.

setelah semua dokumen kita kirim ke univ, maka yg bisa kita lakukan adalah berdoa semoga dokumen sampai tepat waktu dan tidak ada yang kurang. dan juga tentunya semoga diberikan hasil yang terbaik oleh Allah πŸ™‚

pada tahap ini, mereka akan melakukan seleksi internal yaitu menyeleksi dokumen2 yang kita kirim dan memilih orang untuk direkomendasikan ke MEXT. biasanya apabila professor yang kita pilih adalah professor yang berpengaruh (ada juga yang nyebut, professor yg punya jatah monbusho), maka kemungkinan besar kita akan direkomendasikan agar dapat beasiswa MEXT. di titech, proses ini berlangsung dari desember-maret. ini berarti bahwa pada bulan maret kita akan dihubungi oleh titech dan diberitahu bahwa kita direkomendasikan oleh univ tersebut atau tidak.

adapun pengumuman resmi dari MEXT baru keluar bulan juli, sehingga bisa dibilang waktu kita menunggu setelah mengirim dokumen adalah desember – juli. waktu yang panjang untuk cari pekerjaan sambilan dahulu, dan mempersiapkan lain lain.. namun pada bulan maret kemaren saya alhamdulillah dihubungi oleh titech dan mereka mengatakan bahwa saya direkomendasikan ke MEXT. karena telah mengetahui hal itu, maka saya bisa lebih fokus menyiapkan hal lain, dan tidak perlu repot2 daftar G2G lagi atau beasiswa lainnya πŸ™‚

.

Persyaratan

.

untuk persyaratan ke titech kemaren itu seperti berikut :

1. Application form = ini isi form biodata aja

2. Field of study and Study program = ini diisi dengan bidang kita kemaren apa, apakah kita punya kompetensi khusus pada suatu bidang, topik tugas akhir kita, dan minat kita. dan juga rencana penelitian yang ingin kita lakukan disana. ini yang biasa disebut orang sebagai Research Plan.

3. Transcript = transkrip akademik kita di kampus awal. bisa yang sudah final atau sementara

4. Certificate of graduation or Expected graduation = ijazah kelulusan, atau surat keterangan bahwa kita akan lulus kapan. misalkan kita kemungkinan besar baru lulus april 2012, padahal deadlinenya desember 2011, maka kita bisa kirimkan surat keterangan dari TU/prodi/fakultas bahwa kita berencana akan lulus bulan april 2012. ini diperbolehkan asalkan kita memang bisa dipastikan bisa berangkat ke jepang pada september 2012.

5. Summary of thesis = ini abstrak Tugas Akhir (TA) / skripsi kita kemaren. bisa ditambahkan seperlunya juga klo mau, ga hanya abstraknya aja misalnya.

6. English proficiency test = klo titech menerima TOEFL iBT, IELTS, atau TOIEC. untuk TOEFL ITP atau prediction (TOEFL,TOEIC,ataupun iBT) tidak diterima. di Indonesia kita bisa ikut testnya di International Testing Center (ITC) Jakarta

7. Recommendation letter from dean of home university = surat rekomendasi dari dekan fakultas. ini mintanya biasanya ga bisa sehari jadi karena dekan sangat sibuk.

8. Evaluation sheet with recommendation letter from supervisor = surat rekomendasi dari pembimbing tugas akhir kita. dari titech menyediakan formatnya, dan diharapkan pembimbing kita juga mengisi form tersebut selain memiliki format surat rekomendasi sendiri misalnya.

9. Consent from Titech faculty member = ini yang namanya LoA. kita harus sudah memiliki calon pembimbing yang sudah menyatakan kesediaannya untuk membimbing kita nantinya. untuk saya sendiri kemarin di titechΒ  tidak mendapatkan LoA dari professor secara langsung, namun professor saya sudah menyatakan kesediannya sehingga saya hanya cukup melampirkan korespondensi email saya dengan professor sebagai bukti consent.

10. Applicant passport = yang belum punya segera bikin dari sekarang aja

11. other = bergantung pada univ yang dituju. klo mau daftar todai misalnya, mereka minta nilai GRE juga.

.

Mencari Pembimbing (LoA)

.

dalam mencari pembimbing akademik / professor, ada berbagai teknik yang bisa dilakukan :

1. Teknik melalui kenalan (link way)

2. Teknik tanpa ada kenalan (classic way)

cara pertama adalah cara yang paling ampuh, karena selain professor tersebut sudah mengenal kita langsung / sudah mengenal orang yang merekomendasikan kita, maka kemungkinan besar professor tersebut lebih yakin dalam menerima kita. jika ada apa apa juga tentu lebih mudah bagi beliau untuk mengetahui. orang orang yang bisa merekomendasikan kita biasanya dekan, kaprodi, pembimbing tugas akhir, atau dosen dosen lain yang kita kenal baik. tidak hanya dosen, apabila ada informasi dari kampus/alumni-alumni juga bisa dimanfaatkan, karena percayalah, ada banyak hal yang ingin diteliti di dunia ini, tapi orang yang mau mengerjakannya terbatas.

bisa juga ketika ada acara konferensi di kampus kita, atau ada tamu dari luar ke kampus kita, dll. kita bisa manfaatkan untuk bertemu langsung dan berkenalan secara langsung. yang pasti untuk yang kayak gini informasinya terbatas dan kita harus sigap. lihat kondisi juga, jangan asal dateng dan kenalan aja, minimal konfirmasikan dulu ke dosen kita. yang pasti juga, cocokkan bidang mereka dengan minat kita. percuma kenalan tapi ternyata bidangnya tidak kita minati / tidak cocok (tapi klo mau menjalin silaturahmi sich gpp). cara ini terbukti ampuh juga, tapi peluang munculnya kejadian ini kayaknya kecil, karena belum tentu cocok dengan yang kita minati, kecuali apabila kita yang lebih fleksibel, yaitu menyesuaikan penelitian kita dengan professor yang kebetulan kita temui tersebut.

nah kalo yg classic way ini cara paling standar. kita ga kenal dengan professornya dan beliau juga tidak kenal kita. tapi yang menghubungkan kita biasanya adalah kesamaan dalam minat penelitian. cara ini bukan cara paling ampuh, karena tidak ada jaminan yang pasti bahwa kita dan beliau akan cocok. walaupun begitu cara ini tentu bisa dipakai asalkan kita bisa meyakinkan sang professor bahwa kita berminat dengan topik penelitiannya dan kita akan berusaha maksimal untuk mewujudkannya.

untuk mencari professor yang cocok dengan minat kita, bisa kita cari melalui website universitas. biasanya akan ada daftar lab yang tersedia dan professornya beserta topiknya. dari daftar tersebut baru kita memilih, baik mencari calon yang sesuai dengan minat kita ataupun kita yang menyesuaikan topiknya dengan calon professor. semua kembali kepada pilihan kita. cara apapun sah-sah saja karena pada intinya adalah bagaimana kita bisa meyakinkan calon professor kita bahwa kita memang cocok dengan topik tersebut dan professor tersebut bisa bekerja sama dengan kita πŸ™‚

saya pribadi kemarin menggunakan classic way, hal ini karena di sub-jurusan saya (kendali) dosen yang dari titech tidak ada. yang ada banyak justru dari sub-jurusan lain seperti elektronika atau power. tapi karena saya tidak terlalu kenal dengan dosen saya tsb, jadinya agak sulit untuk meminta rekomendasi, apalagi bidang penelitian yang berbeda dan professor yang disarankan juga berbeda. walaupun begitu saya tidak menyerah untuk mencoba menghubungi professor yang saya minati.

saya cari di website titech, disana ada banyak sekali lab. saya cari keyword yang sesuai dengan bidang yang saya minati. setelah dapat beberapa, saya lihat lebih jauh dari berbagai pilihan tersebut. akhirnya setelah yakin baru saya mulai menghubungi professor tersebut melalui email. agar email saya tidak disangka spam/iklan, saya buat cover letternya dalam 2 bahasa yaitu jepang dan inggris (walaupun bahasa jepangnya masih sedikit banget,hehe) πŸ˜€

email pertama saya kirim. setelah seminggu tidak ditanggapi sama sekali. ganti ke professor selanjutnya. email ke professor kedua akhirnya ditanggapi dalam bahasa jepang. setelah pontang panting (baca:google translate) mencoba mengartikan, akhirnya dapat juga artinya. itupun artinya beliau tidak menerima murid lagi.. 2 minggu telah berlalu dan saya belum juga dapat professor. akhirnya saya hubungi yang ketiga. tidak ada jawaban juga dalam seminggu. besoknya saya memutuskan untuk menghubungi yang keempat kalo belum dibalas juga, tapi ketika buka email ternyata alhamdulillah akhirnya dibalas. itu pun dalam bahasa inggris T_T dan berlanjutlah korespondensi saya kepada beliau menggunakan email.

wawancara dilakukan menggunakan skype. pertanyaan utamanya hanya 3, mengapa memilih jepang, apa yang kita lakukan (tentang tugas akhir/project) selama S1, dan apa research plan S2 kita. saya dipersilahkan menggunakan slide ataupun menampilkan video namun dalam waktu terbatas yaitu 15 menit. setelah saya presentasi, barulah dimulai tanya jawab yang sedikit lebih mendalam. setelah selesai wawancara, perasaan rasanya plong banget. apapun hasilnya yang penting sudah berusaha terbaik semaksimal mungkin. kemudian beberapa puluh menit kemudian professor saya menghubungi lagi dan mengatakan katanya beliau menerima saya dan saya bisa segera melanjutkan semua proses administratif berikutnya. alhamdulillah..

.

Epilog

.

secara sederhana urutan proses yg saya lakukan adalah :

mencari professor (sambil menyiapkan semua dokumen) -> diterima professor -> kirim dokumen hardcopy ke titech (des) -> diterima fakultas dan titech (mar) -> direkomendasikan ke MEXT -> diterima MEXT (jul).

kurang lebih seperti itu, untuk univ lain saya rasa kurang lebih sama juga, untuk pastinya bisa langsung lihat di website universitas tujuan kita secara langsung.

Bagi teman teman yang sedang berjuang juga mencari beasiswa, jangan menyerah. informasi ada banyak sekali sebenarnya, hanya saja kadang sulit untuk memilah milahnya. yang perlu kita lakukan adalah fokus, siapkan waktu khusus untuk meng-obok obok wabsite universitas tujuan kita, dan pahami benar persyaratan persyaratan yang diminta. jangan malu juga untuk bertanya-tanya, apakah itu ke kaka kelas, dosen, atau bagian admission division univ tersebut.

terakhir, yakinlah bahwa apapun yang kita dapat, insya Allah itu yang terbaik dari Allah. yang perlu kita lakukan hanyalah berusaha sebaik mungkin πŸ™‚

semoga bermanfaat infonya..

Advertisements

Author: ashlih

electrical engineering ITB no gakusei desu

46 thoughts on “Tentang Beasiswa Monbusho (MEXT)

  1. gilaaaaksss, ashlih dapet monbushoo euyy! selamaaaat ya πŸ˜‰ sukses di Jepangnyaa

  2. thanks info nya …. bener2 bermanfaat …

  3. mau tanya dong, sekalipun itu TOEFL ITP dari ETS dia emang ga nerima? Bisa tau dari engga menerima itu gimana ya maksudnya. makasih πŸ™‚

  4. Terima kasih atas sharing pengalamannya, ada yg ingin saya tanyakan:
    certificate enrollment dan letter of admission sama aja dengan LoA? Dan apakah LoA dikeluarkan lgsg oleh Professor atau dari universitasnya?

    • Certificate enrollment kayaknya artinya itu Surat keterangan bahwa kita sedang enroll (terdaftar), jadi sepertinya itu artinya Surat keterangan mahasiswa.

      Klo letter of admission saya kurang tau, LoA yg saya maksud letter of acceptance. Klo boleh tau contoh kalimatnya gmana ya?

      Klo di kasus saya, LoA yg mengeluarkan fakultas. Kayaknya beda beda tiap professor, bisa jg lgsg dari profnya.

  5. mau tanya lagi, kalau yang sekarang itu di webnya “Applicants are required to submit English proficiency test score reports from TOEFL-iBT, TOEFL-PBT, TOEIC or the IELTS Academic Module taken on or after December 15, 2010. Score reports from TOEFL-ITP, TOEIC-IP or other proficiency tests not specifically listed above will not be accepted. ”

    nah, saya bingung dengan TOEIC IP. Apa bedanya dengan TOEIC? Setahu saya tes TOEIC gitu2 ajah. Kalau saya pake sertifikat TOEIc dari ITC itu boleh kah? sangat bingung dengan syarat di atas. Atau berarti saya cuma bisa ngasih score ibt atau ielts? tapi itu mahal. hehe

    mohon penjelasannya. terimakasih

    • Toeic ip itu maksudnya toeic prediction, jadi ga boleh. Klo kita ikut tes di toeic yg dari ITC jakarta, yg harganya sekitar 450rb itu, itu boleh kok dan itu resmi

  6. Halo salam kenal, saya mau tanya sedikit tentang monbusho.
    ada kalimat pada epilog mbak,

    mencari professor (sambil menyiapkan semua dokumen) -> diterima professor -> kirim dokumen hardcopy ke titech (des) -> diterima fakultas dan titech (mar) -> direkomendasikan ke MEXT -> diterima MEXT (jul).

    yang ingin saya tanyakan,
    1. kalau kirim dokumen ke universitas pada desember, kok diterima fakultas pada bulan maret ? apa memang selama itu pengiriman data/berkas dari universitas ke fakultas jepang ?

    2. bukannya waktu mengirim berkas hardcopy cukup beberapa minggu sebelum deadline maret/april, dan itu cukup ke fakultas saja ?

    mohon penjelasan.

    • Salam kenal jg putra.

      1. Maaf klo agak rancu, kata kata diterima itu maksudnya bukan dokumennya sampai di titech bulan maret, tapi pengumuman bahwa kita diterima oleh titech bulan maret. πŸ™‚
      2. Iya kirim dokumen cukup seminggu sebelumnya, klo kirim pake dhl/pos sekitar 3-5 hari. Deadlinenya kan des jadi kirimnya des, bukan maret/apr.
      Kirimnya betul satu aja ke alamat tujuan, tapi di websitenya ternyata form yg dminta ga hanya yg dari titech aja, tapi waktu saya buka web programnya (saya SEP) itu ada jg form yg diminta utk diisi dan dikumpulkan sekalian.

  7. Pingback: Beasiswa Monbukagakusho (MEXT) G2G « Atashi no Hanashi

  8. Salam kenal. Saya Agus dan tertarik dengan beasiswa ini. Saat ini saya sedang mengikuti research course (Program JICA) di Obihiro University of Agr. and Vet.med. (Chikudai) selama 10 bulan di bidang animal health dan berakhir Agustus 2013 nanti.
    Saya sudah punya professor, dan ingin lanjut ke program master disini. Cuma masalah yang saya hadapi, disiplin ilmu saya sebelumnya berbeda dengan program master disini dan tidak ada kerjasama antara Chikudai dengan universitas saya sebelumnya. Apakah memungkinkan bagi saya untuk mendaftar di beasiswa ini. Terima kasih..

    • Salam kenal juga mas agus.
      setau saya program yg saya ambil skrg ini hanya untuk overseas. Sepertinya kalau dari univ jepang, harus mendaftar jalan lain, termasuk cara pendaftaran dan pengajuan beasiswanya.
      Atau kalau ada waktu, mampir saja ke sini mas, ke bagian international office utk tanya2 lbh detail

  9. Asw. Salam kenal, saya Syifa, kebetulan sedang proses program IGP (A) di Tokodai utk enroll Oktober 2013 dan kebetulan nemu blog ini, terima kasih blognya sgt informatif πŸ™‚
    Maret lalu saya dapat LOA dan diminta mengemail Pledge Statement, saya juga sudah menginfokan ke Prof yg akan jadi supervisor saya nanti.
    Mau nanya, sambil menunggu pengumuman Juli apa masih ada dokumen yg perlu saya siapkan kalau nanti (amiin) jadi kuliah di Tokodai? Supaya nanti tidak terburu2 mempersiapkannya, spt visa dll.
    Terima kasih ya…

    • Wasw. Persiapkan dokumen kelulusan yg asli dan legalisir sebanyak2nya buat jaga jaga. Bikin visa nanti klo udh dpt keterangan dari monbusho supaya gratis. Mau bikin dr sekarang jg kykny bisa tp bayar sendiri jdnya.
      Lunasi semua hutang klo punya,
      Berbakti pada org tua karena mau pergi jauh..
      Kykny itu aja sich, sisanya sesuai kebutuhan masing2 aja..

  10. ooh hanya tinggal ijazah asli+legalisir aja yah yg selanjutnya diminta.
    sip2 makasih yaa…
    πŸ™‚

  11. Asw.. maaf mau nanya lagi. Pengumuman mext yg di bulan juli itu lewat post (kayak LoA yg dari tokodai) atau kita liat di website tokodai/monbusho, atau harus dateng ke kedutaan jepang di jakarta? terima kasih ya..

  12. ooh gitu. Makasih ya ashlih πŸ™‚

  13. Asw Ashlih. Maaf mau nanya lagi. Inget gak tahun lalu dapat kabar yg di bulan Juli-nya tanggal berapa? Soalnya ini sudah tgl 7 saya belum dapet kabar, sdgkn Maret kemarin udah ngisi pledge statement. Jadi bingung. Sebaiknya ditunggu aja apa nanya ke Sensei-nya yah? Terima kasih banyak

  14. Dear kak ashlih,

    Kak, aku ingin tanya soal asrama di
    Tokyo Tech. Antara 4 dorm berikut:
    shofu dorm, umegaoka dorm, komaba
    international student house dan tokyo
    tech nagatsuda house.. mana yg
    aksesnya lebih mudah ke kampus
    Tokyo tech ookayama?

    Dan juga, apakah kakak tahu biaya
    sewa per bulannya?

    Dan kalo di dorm gitu biasanya fasilitas
    yg sdh disediakan apa saja ya kak?

    Saya fall semester mulai master di
    titech, kak ashlih, mg bisa ketemu ya
    Thanks

    • Halo juga june(?)
      Ini sbnrnya siapa ya? Kok emailnya keren..

      Itu asrama semuanya jauh dari kampus ookayama kok, tp klo mau yg paling murah shofu dormitory. Perbulan 20000Β₯, klo asrama lain dua kali lipat..
      (Klo apato bisa 2,5-3 kali lipat)

      Biasanya sudah ada mesin cuci bersama, kulkas pribadi, toilet dan kamar mandi bersama. Di kamarnya biasanya udh ada tempat tidur, meja belajar, lemari buku, sama lemari baju. Datang tinggal bawa barang pribadi aja..
      Perabot kayak piring, panci,dll bisa beli disini, atau minta warisan dari senpai ada banyak kok.. πŸ™‚

  15. Haha.. ini nama dan email asal-asalan saja kok kak, biar cepet komennya. Soalnya kalo pake openID biasanya si wordpress nyuruh login dulu, ribet. Heheh

    Saya ikut igp(a) tahun ini dan alhamdulillah, ntar September insyAllah brgkt. Nanti yah ketemu disana, nanti diulangi kenalannya πŸ™‚

    Ohya btw, katanya shofu dorm khusus bt cow doank ya? Kk disitu kah? Sbnernya kita ga bs milih sih, tp cuman pgn tau lebih ttg asramanya, jd bisa berdoa minta smg bs dapat asrama yg diinginkan hehehe

    Thanks ya kak.

    • Oh gtu, pantesan keren emailnya..
      Btw june(?) ini co atau ce? Klo shofu emg khusus co, klo umegaoka campur. Klo yg khusus ce ada lg di senzoku ike, lebih deket kampus ookayama..
      Iya, kita ga bisa pilih asrama, nanti dipilihin dari sana.

  16. Saya cew kak. Wah sayangnya kita ga mgkn dapet yg di senzoku ike, soalnya jatahnya asrama tahun ini ya diantara 4 tadi yg saya sebutkan hehehe
    Ywdh deh smg dapat yg terbaik.

    Ohya happy ied mubarok ya kak ashlih, gimana lebaran di Jepang? πŸ™‚ Smg puasanya berkah..

    • oh june(?) cewe toh, jangan jangan elektro 2008/2009 subjur elektronika ya? klo iya, kyknya saya tau dech, hehe.. tapi klo bukan, dan blom mau ngasi tau hari ini, yaudah gpp..
      tapi klo mau balas komen ini pake email beneran (ga perlu khawatir, cuma saya yg bisa baca emailnya), nanti saya email balik supaya bisa saya masukin ke milis PPI tokodai :p

      klo ce dan kampus di ookayama, kemungkinan dapat di umegaoka dorm. soalnya udh beberapa org yg disana.. kemungkinan aja lho ya..

      happy eid juga, sama sama june(?), taqaballallahu minna waminkum..
      lebaran di sini seru kok, lebaran bareng temen2 indonesia πŸ™‚

  17. Hahaha, sok tau ah, salah semua nebaknya πŸ˜›

    Saya bukan dari ITB, bukan pula elektro, bukan pula angkatan 2008/2009 πŸ˜€ Ntar aja kalo sdh di sana juga ketemu *sok jual mahal

    Nanti saya yg email kak ashlih aja kalo mo nanya macem2 lagi, ato lewat blog ini, biar makin rame blog nya. Makasih ya kak sebelumnya.

    Taqabal ya karim πŸ™‚

    • Hahaha..
      Oke dech, saya salah telak nich, yaudah gpp juga sich klo mau kenalannya nanti aja.. Klo mau masuk milisnya nanti2 aja juga gpp, tp saya sich ga tanggung jawab klo barang warisan udh kerebut anak baru yg laen dluan.. :p

  18. Halo salam kenal.
    Sekarang saya sedang mempersiapkan diri untuk IGP(A) oktober 2014 ini dan alhamdulillah sudah mendapatkan consent dari seorang professor di titech. Yang menjadi concern dan yang saya ingin tanyakan sampai saat ini :
    1. Kalau misalkan saya diterima namun tidak mendapatkan rekomendasi untuk MEXT, apakah ada beasiswa lain yang bisa saya dapatkan?
    2. Saya dari program studi teknik elektro, namun saya ingin meneruskan S2 saya ke prodi computer science disana karena sekarang kebetulan sedang bekerja di suatu perusahaan dan berada di bagian riset. Nah saya ingin meneruskan studi saya tentang riset ini. Yang menjadi concern saya adalah pada persyaratan bagian Field of Study karena tidak ada hubungan sama sekali antara masa kuliah saya dengan tujuan saya disana. Mungkin saya bisa minta saran dari mas Ashlih tentang hal ini πŸ™‚

    Terima kasih

    • halo salam kenal juga imoth.
      saya coba jawab sepengetahuan saya ya,
      1. sebenarnya ada banyak beasiswa di tokodai. yang paling umum selain MEXT adalah Jasso. nilainya lebih kecil dari MEXT tapi cukup untuk hidup pas2an di tokyo. selain itu sebenarnya ada banyak banget beasiswa yang ditawarkan nanti kepada mahasiswa baru, tapi kebanyakan beasiswanya itu mensyaratkan harus bisa bahasa jepang.
      kalau memang tidak dapat MEXT, dan masih ingin lanjut S2 di tokodai, tapi tidak ada biaya/beasiswa, komunikasikan aja kepada senseinya, karena kebanyakan sensei disini sangat peduli masalah biaya kuliah. tapi jangan terlalu berharap juga akan pasti akan dapat biaya kuliah + biaya hidup bulanan sebesar MEXT.
      2. saya rasa teknik elektro dan computer sains tidak telalu jauh berpindah bidangnya, dan ga masalah. asalkan sudah diterima research plannya sama sensei artinya sudah cocok bidangnya.. sarjana (S1) kan memang tidak mengharapkan output mahasiswa yang ahli pada bidang tertentu, tapi memiliki pengetahuan yang meluas πŸ™‚

      semoga membantu

  19. Halo. Mau tanya mengenai persyaratan English Proficiency Test.
    Berhubung memang belum ada dana untuk test resmi toefl or ielts, jadi kmrn baru test ITP. Rencananya mau melampirkan surat keterangan (alasan knp blm ambil test resmi). Nanti test resminya menyusul bulan Januari, krn sktr bulan itu uangnya InsyaAllah ada. Mohon tanggapannya.
    Terima Kasih.

    • Halo jg..

      Menurut saya, alasan tidak ada biaya utk tes toefl/ielts kurang bisa diterima, karena kita seharusnya masih bisa mengusahakan, baik itu meminjam kepada saudara, teman, atau bahkan kampus.
      Justru kalau mau lebih mudah, pinjam kepada kampus, biar kampus berpikir bahwa apabila ada murid gagal melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena tidak punya biaya toefl, itu seharusnya menjadi evaluasi besar2an kampus tsb.
      Pinjam kampus artinya bisa meminjam kepada departemen, fakultas, (dosen pembimbing), ataupun biro kemahasiswaan,dll.

      Selain itu coba diperhatikan lagi, apakah kampus tsb meminta toefl/ielts saja? Apakah mereka menerima toeic atau tdak. Jika terima maka gunakan toeic saja yg lebih murah..

      Jika memang ingin mencoba untuk apply itp dlu, baru nanti menyusul, saya tidak merekomendasikan, tapi saya sendiri kurang tau bisa berhasil atau tidak..

      Smoga lancar

  20. Saya sudah alumnus 2 tahun yang lalu. Untuk TOEIC biayanya setau saya sama dengan PBT atau IBT. Apakah pernah ada contoh kasus mengirim menyusul langsung ke universitas bersangkutan?

    • Utk toeic setahu saya lebih murah dibandingkan ibt atau ielts. Silahkan mengacu pada web ini:
      http://www.itc-indonesia.com.
      http://www.ielts.org

      Utk kasus menyusul, saya belum pernah mendengar kasusnya, baik yang berhasil ataupun gagal.
      Yg saya pernah dengar:
      Apabila kita apply mext (bulan april) yang ditawarkan oleh kedubes jepang,
      Itu masih boleh menggunakan itp, hanya untuk sampai tahap 1. Jika kita sudah lulus tahap 1, maka pada tahap selanjutnya, sudah harus apply yang resmi.

      Semoga cukup jelas

  21. Pingback: Monbusho Term. | blognya ashlih

  22. mau nanya mas. saya kurang tahu pas mas daftar sistem GPA Titech udah sistem-3 (IPK paling tinggi 3.00) atau belum, tapi dari yang saya tahu belakangan ini Jepang pake sistem tersebut. nah kalo dari ITB cara mengonversinya gimana ya? saya udah liat tabel konversinya cuman sistem di ITB memang cukup unik (nilai D dianggap gagal tapi masih punya poin 1). saya juga sudah tanya TU jurusan saya mereka juga tidak tahu. mohon bantuannya.
    oiya satu lagi; kira2 ada toleransi tidak akan GPA dibawah minimal? setahu saya minimalnya 2.50. terima kasih atas bantuannya.

    • Umar, maaf baru bales. Saya juga kurang tau cara konversi ke skala 3, rasanya ga sesederhana dikali 0,75 ya.. Setau saya kita ga perlu mengonversi nilai skala 4 jadi skala 3. Itu biar jadi pertimbangan yang minta syaratnya sendiri..
      GPA minimal 2.5 memang biasanya jadi syarat seleksi beasiswa. Tp itu semua bergantung ke yg nyeleksi kok, klo memang mereka merekomendasikan biasanya selisih sedikit ga masalah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s