Ash

Menjadi bagian dalam pembuktian bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin

Shalat Gerhana

2 Comments

Akhir akhir ini sering banget gerhana. rasanya penting untuk mempelajari yang satu ini.

Hukum :

Sunnah muakkad. Dalilnya, kata buku, sama seperti dalil tata cara shalat seperti penjelasan dibawah. (maaf males ngetiknya)

Shalat gerhana matahari dan shalat gerhana bulan sama.

Dalil :

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua di antara sekian banyak tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak terjadi gerhana karena mati ataupun hidupnya seseorang. Maka, jika kalian melihat hal itu, segeralah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah.”

[HR Al-Bukhari dan Muslim]

tata cara :

Dari Aisyah radhiyallahu’anha, ia berkata, “Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam mengeraskan bacaan beliau pada shalat gerhana. Setelah menyelesaikan bacaannya, beliau bertakbir lalu ruku’, dan jika bangun dari ruku’ tadi, beliau mengucap, Sami’allahuliman hamidah, rabbana wa lakalhamdu. Lantas, pada shalat gerhana itu, beliau kembali membaca hingga empat kali ruku’ dalam dua rakaat dan empat kali sujud.

[HR Al-Bukhari dan Muslim]

dari hadist Aisyah radhiyallahu’anha dan riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu :

“Terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam. Beliau kemudian mendirikan shalat dengan sekitar satu surat al-baqarah. Beliau kemudian ruku’ dengan ruku’ yang panjang, kemudian berdiri lagi dan memperpanjang berdirinya, lebih cepat dari pada berdiri yang pertama, kemudian ruku’ dan memperpanjang ruku’nya, lebih cepat daripada ruku’ yang pertama, kemudian sujud. Kemudian berdiri lagi dan memperpanjang berdirinya, lebih cepat daripada berdiri yang pertama, kemudian ruku’ dan memperpanjang ruku’nya, lebih cepat daripada ruku’ yang pertama, kemudian berdiri lagi dan memperpanjang berdirinya, lebih cepat dari pada berdiri yang pertama, kemudian ruku’ dan memperpanjang ruku’nya, lebih cepat daripada ruku’ yang pertama, kemudian sujud. Setelah itu, beliau pun selesai dan matahari telah muncul kembali. Beliau kemudian mengatakan,

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua di antara sekian banyak tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak terjadi gerhana karena mati ataupun hidupnya seseorang. Maka, jika kalian melihat hal itu, segeralah mengingat Allah “

orang-orang berkata, (dan seterusnya sampai hadist ini selesai)

[HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Kesimpulan:

1. sama seperti shalat biasa tapi ada empat ruku’ dan empat sujud dalam dua rakaat. Rakaat pertama dua ruku’, kemudian sujud. Begitu juga rakaat kedua. (lihat penjelasan pada hadist supaya jelas)

2. dianjurkan berjamaah karena rasulullah sallallahu’alaihi wa sallammencontohkannya berjamaah. [HR Bukhari riwayat Aisyah radhiyallahu’anha]

3. dianjurkan berdoa, bertakbir, shalat, dan bersedekah

Advertisements

Author: ashlih

electrical engineering ITB no gakusei desu

2 thoughts on “Shalat Gerhana

  1. belom pernah melakukanya nih saya T.T

  2. ane save ya slih, hhe
    thanks infonya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s