Ash

Menjadi bagian dalam pembuktian bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin

Harta Rampasan Gempa

Leave a comment

Bismillahirrahmanirrahim..

Kemarin banyak ketemu ama saudara, sepupu, om, dll. Tentu saja dari padang karena awak urang minang asli.

Cerita tentang gempa kemarin. Banyak, baik dari segi kehancurannya, maupun terputusnya jalur komunikasi selama kurang lebih 3 hari. Seperti di hutan katanya. Tapi denger cerita bahwa operator yang pertama kali berjalan adalah ****. Hebat!!

Oke, yang mau gw cerita disini bukan itu. Gw mau tau tentang hukumnya harta rampasan gempa, atau lebih tepat disebut harta yang dirampas setelah terjadinya gempa dengan memanfaatkan keadaan kehancuran. Banyak mall-mall yang hancur dan ditinggalkan. Tentu saja menggiurkan untuk mencari sisa sisa barang yang masih berfungsi seperti HP, laptop, dan tentu saja uang tunai. Berharap mengais rezeki dari hal seperti itu, karena mereka juga korban gempa toh.

Lalu bolehkan?

Jujur gw juga kurang punya dalil kuat untuk ini, tapi untuk sementara ini gw hanya bisa berpendapat bahwa hal ini tidak boleh. Kita harus membedakan antara harta rampasan perang dan harta rampasan beneran.

Harta rampasan perang jelas diperbolehkan karena dicontohkan langsung oleh Rasulullah pada zaman itu. Harta rampasan perang didapat karena usaha yang telah dilakukan.

Lalu harta rampasan bencana alam menurut gw artinya harta yang ditinggalkan karena bencana, tetapi tetap milik orang/lembaga/toko tersebut. Ini bisa dikaitkan dengan hukum Newton tentang kelembaman. Sigma ef sama dengan nol artinya benda diam cenderung diam, dan benda bergerak konstan cenderung bergerak konstan, dan tentu saja, benda milik toko A cenderung milik toko A,hehe..jadi alangkah lebih baik kalo kita menyelamatkan barang took tersebut, kemudian dikembalikan kepada yang punya, kemudian yang punya terharu jadi pengen ngasih imbalan, nah klo ini baru halal.. atau kita konfirmasi dulu ke yang punya toko apakah barang barangnya sudah diikhlaskan semuanya. Kalo udah, berarti itu terserah kita mau diambil atau nggak. Betul gak?

Yah.. karena gw ga tau apa dalil yang benernya seperti apa, tentu saja gw akan gunakan dalil akal untuk mempertimbangkannya. Akal diciptakan untuk dipergunakan oleh manusia, tentu tetap dengan kaidah yang benar juga.

Ada yang punya pendapat?

Advertisements

Author: ashlih

electrical engineering ITB no gakusei desu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s