Ash

Menjadi bagian dalam pembuktian bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin

Surat Untuk Sahabat

Leave a comment

Pada suatu masa, terdapat 2 orang sahabat yang akrab. Ketika itu mereka saling bertukar ilmu, sudut pandangan, pendapat, suka, duka, beban, dan perasaan. Sungguh masa yang menyenangkan untuk para manusia yang merasakan indahnya masa-masa itu. Dengan ideologi ukhuwah, tidak ada yang dapat menghalangi niat baik kita.

Dengan berbagai karakter, keanekaragaman bersatu untuk menggapai ridha Allah. Jikalau yang satu lebih beriman kepada Allah, maka yang satu lagi akan merasa iri sehinga tidak akan pernah terputus fastabiqul khairat. Ketika yang lainnya ditimpakan amanah yang sangat berat, yang satu lagi tidak pernah mengeluh untuk membantu agar terus terbuka jalan tuntunan Nabi Muhammad.

Tidak pernah ada kata bosan, hingga qadar datang menciptakan atmosfer baru dalam kehidupan. Tidak akan pernah nikmat hidup ini jika tidak ada tantangan, begitu kata Sang Pemilik Alam melalui kalamNya. Berbagai karakter, akhirnya harus berevolusi menjadi karakter baru agar lebih mantap menghadapi tekanan hidup dan beban dakwah yang harus dipikul.

Pada suatu masa yang baru, tidak ada kata manja. Manja hanya akan melemahkan iman dan menyuburkan nafsu. Pada masa lalu, sang sahabat terkenal dengan orang yang baik hati, kini harus berubah menjadi tegas hati agar tidak muncul rasa syubhat pada diri.

{Dan, ingatlah Rabb-mu jika kamu lupa} (Q.S. Al Kahfi 24)

{Hai orang orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah} (Q.S. Al Munafiqun 9)

Sebuah teori dari buku terkenal mengatakan bahwa komunikasi adalah pemegang kunci kesuksesan dari sebuah presentasi, interview, bahkan pergaulan. Media komunikasi saja bahkan dijadikan pilar ke empat demokrasi.

Namun apa artinya jika komunikasi dijadikan alasan untuk memanfaatkan niat busuk kita. berpura pura komunikasi padahal ada ajakan untuk menjauhkan diri dari As Samii’. Hal seperti ini tidak akan dilakukan oleh orang yang ingin terus mendekatkan diri kepada Allah. Orang orang seperti ini hanya ada di sekitar lingkungan yang diciptakan untuk terus mendekatkan diri. Akan tetapi sudah sunatullah bahwa tidak ada yang tidak mungkin tanpa seizinNya.

Muncul teori buatan anak manusia bahwa komunikasi tidak harus komunikasi. Yang penting, selama tetap memegang teguh benang Allah, maka ukhuwah tidak akan pernah putus sampai ajal yang meminta.

{

Biarkanlah takdir berjalan dengan tali kekangnya

Dan janganlah engkau tidur kecuali dengan hati yang bersih

Tidak ada di antara kerdipan mata dan meleknya

Kecuali Allah kan mengubah dari kondisi ke kondisi lainnya.

} (dari penyair, dikutip dari buku La Tahzan)

Tidak ada manusia yang sempurna, karena itu perlu adanya sahabat. Jika sabahat itu buruk, maka akan ikut mengantar kita ke tempat yang buruk. Jika sahabat itu baik, maka insya Allah akan mengajak kita kepada kebaikan pula karena mereka, tidak suka diajak kepada keburukan.

{sungguh unik perkara orang mukmin itu! Semua perkaranya adalah baik. Jika mendapat kebaikan ia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya. Dan jika ditimpa musiba ia bersabar, maka itu juga menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan ini hanya akan terjadi pada orang mukmin} (al hadist)

Advertisements

Author: ashlih

electrical engineering ITB no gakusei desu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s