Ash

Menjadi bagian dalam pembuktian bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin

Sombong

Leave a comment

Bismillahirrahmanirrahim…

Pernahkah kita berpikir bahwa kita orang yang sangat hebat? Apakah itu kita berhasil mengadakan suatu event besar, mempunyai nilai yang tinggi, mendapatkan perguruan tinggi yang diinginkan, merasa bahwa banyak orang yang membutuhkan kita, merasa punya uang banyak, merasa sudah banyak beramal/beribadah, atau merasa orang yang paling alim? Masih banyak lagi jenisnya,tapi intinya adalah, apakah kita pernah berpikir bahwa kita lebih baik daripada orang lain? Ya intinya sombong dech..

Sombong itu hanya milik Allah, jika kita berbuat seperrti itu, maka bersiaplah menghadapi Zat yang Maha Perkasa dan Maha Lebih dibandingkan anda, apakah mengadu bidang kehebatan anda atau mengadu apa saja, yang mana kalo kalah bakal masuk neraka. Yakin menang?

Kalo tidak yakin, kenapa masih harus kita lakukan? mungkin khilaf, tapi khilaf kan nggak terus terusan. Atau spontan aja tiba tiba kita kepikiran itu? Spontan kan dG<0 (aduh maaf bahasanya, abis mau UTS kimia sich), berarti kita harus buat jadi dG>0, maka caranya adalah dengan meningkatkan dH sampai positif yang besar sekali atau mengurangi dS menjadi negatif yang kecil sekali.

dH positif adalah reaksi endoterm yaitu menyerap kalor, semakin banyak kalor yang diserap, maka semakin besar dH. Semakin banyak Ilmu yang kita cari/serap, maka kita akan semakin banyak pengetahuan dan semakin sadar bahwa kita tidak ada apa apanya di dunia ini.

dS adalah ukuran ketidakteraturan. Semakin positif dS, semakin tidak teratur, semakin negative dS, semakin teratur. Oleh karena itu, kita harus hidup teratur. Ibadah teratur/istiqomah, menjalankan syariat Islam tidak setengah setengah, dan teratur dalam peningkatan ketakwaan.

Oleh karena itu, tidak mungkin kita secara spontan menjadi alim/ tiba tiba sadar dan bertaubat, semua itu ada prosesnya. Dan juga perlu usaha (w) untuk mendapatkannya.

Mungkin ada beberapa tips untuk mereduksi sifat sombong ini, yaitu

Jika kita merasa kaya, maka lihatlah masih banyak orang yang jauh lebih kaya dari kita.

Jika kita merasa pintar, maka lihatlah karena masih banyak orang yang jauh lebih pintar dari kita seperti berkunjung ke ITB (hwehehe..) ke UI (ehem) atau ke tempat lainnya yang mengindikasikan banyak orang pintar disana.

Jika kita merasa alim, maka datangilah setiap hari mesjid, maka kita akan temukan masih banyak orang yang rajin shalat, datang lebih awal daripada kita, tilawah iya, shalat sunah jalan terus..

Jika kita merasa kombinasi dari ketiganya, maka lihatlah Nabi Yunus, yang tidak hanya alim tetapi juga tampan. Lihatlah Umar bin Khattab, yang tidak hanya alim tetapi juga kuat. Lihatlah Usman, yang tidak hanya alim, tetapi juga kaya dan pintar pastinya. Lihatlah Rasulullah, yah udah dah kita kalah jauh.. (Rasulullah itu manusia juga loh, dan kita disuruh ama Allah untuk meneladaninya, bukan pasrah dengan keadaan bahwa kita umat biasa dan Rasulullah adalah nabi)

Atau gak usah jauh jauh, liat aja di daerah arab,dkk sana. Banyak anak kecil yang udah hafal Quran. Anak jaman sekarang mah apalnya peterpen,  bcl, kangen bend, dll.

Oleh karena itu, dekatilah kebajikan, maka insya Allah ketakwaan kita akan terus meningkat. Selain itu ingat ingat bahwa suatu saat nanti kita akan mati. Maut akan menjemput kita, kalo kita ga siap, maka mau ga mau kita harus siap menghadap allah. Kalo siapnya maen dotA, ngadu ama Allah juga ga bakal menang kan?

Advertisements

Author: ashlih

electrical engineering ITB no gakusei desu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s