Ash

Menjadi bagian dalam pembuktian bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin

Shalat Ied Special

Leave a comment

Bismillahirrahmanirrahim..

Hari ini adalah 1 syawal  versi muhammadiyah, karena versi pemerintah itu adalah besoknya. Walaupun berbeda, kita tetap harus saling menghargai. Alasan Muhammadiyah adalah hari ini sudah masuk hisab, sehingga haram hukumnya berpuasa. Alasan pemerintah atau NU adalah karena Hilal belum terlihat, sehingga puasanya digenapkan 30hari. Intinya manusia hanyalah mahluk lemah yang sangat kecil dihadapan Allah. Kalo mau terlihat besar, maka orang bertaqwalah yang bisa, bukan orang sombong.

Seperti biasanya karena mesjid deket rumah shalat ied nya itu bsok, maka gw dan keluarga pergi ke mesjid di Jakarta yang shalatnya hari ini. biasanya itu ke tempat kantor Bapak, tapi sekarang tidak ada, maka harus ke tempat lain. Setelah ngobrol ngobrol, maka didapatlah mesjid Al Ahzar (daerah apa lupa?) yang memang biasanya mengikuti muhammadiyah (tanpa mempersiapkan mesjid lain untuk jadi cadangan).

Keesokan paginya berangkat dengan hati riang. Jiwa ini terasa bersih kembali, sayang banget kalo dinodai sedikit saja, kan susah bersihinnya. Pas udah mau nyampe, tarara…. Mesjidnya TUTUP saudara saudara!!! Mana udah jam 6.40an lagi… waduh,, udah mau mulai,, gimana nich?? Lirik lirik ke belakang ternyata di dalem mobilnya itu ada keluarga laen juga yang pengen shalat ied (dicirikan oleh pakaiannya yang putih2 ria). Udah bingung mau shalat ke mana, ada tempat laen sich tapi kayaknya ga sempet aja.

Maha Suci Allah, Maha Mendengar keinginan hambaNya, walaupun ga tau mau kemana, sambil jalan aja tiba tiba ada polisi yang membuka jalan menunjukan tempat lain. Yap,sampailah kita di Lapangan Blok S. Banyak banget jamaah yang shalat disana (mungkin yang tadinya mau ke Al Azhar juga kali). Udah itu ada wartawan juga lagi. Ya udah pokoknya gw masuk aja dulu dan shalat dulu soalnya udah bener bener mau mulai.
Selesai shalat, ada khutbah. Seperti biasa aja, wajar. Baru berjalan beberapa detik khutbah, ada jamaah yang nyeletuk pelan. Katanya “lho, itu kan Bapak yang tadi nyari mesjid juga bareng saya”. Mulailah terjadi percakapan kecil antara jamaah tersebut dengan jamaah sebelahnya. Tadinya gw ga mau dengerin, tapi entah kenapa kedengeran aja. Dari percakapan singkat itu, gw dapat kesimpulan bahwa –Shalat Ied hari itu adalah Shalat dadakan tanpa persiapan. Tanpa mic, imam, khotib, dan panitia keamanan yang dipersiapkan- intinya adalah shalat itu tadi tanpa ada yang mengkoordinir tapi bisa berjalan dengan jamaah lebih dari 500an orang, SUBHANALLAH!!

Imam dadakan, tanpa mic, khutbah tanpa mic. Padahal kalo di acara acara lain, kalo udah ga kedengeran mah pasti orang orang pada ngobrol bae. Yang ini beda, orang sempat terdiam hening sampai sekitar 10 menitan untuk mendengarkan ceramah yang dibawakan dengan teriak teriak tapi terdengan pelan karena gw posisinya agak jauh. Orang orang yang dibelakang malahan ada yang maju ke depan karena ingin mendengarkan khutbah. Benar benar keinginan yang besar untuk mencari hidayah. Hanya saja setelah banyak yang maju ke depan, yang tidak maju ke depan jadi ngobrol dech gara gara gak kedengeran. Bapak yang tiba tiba jadi “mendadak Khatib” juga hebat, soalnya khotbahnya itu juga lumayan lucu, ditandai dengan beberapa kali jamaah di dekatnya itu tertawa tawa.

Dibalik obrolan obrolan orang orang dibelakang, gw mendengar beberapa celetukan seperti, “wah, kalo gini mendingan Maftuh Basyuni (menteri agama) diganti ama bapak ini aja,..” . Celetukan lainnya, “ payah nich Al Azhar, bungkam ama pemerintah. Masa gara gara pemerintah shalat id nya sabtu, jadi ngikutin pemerintah, padahal biasanya sama ama Muhammadiyah”. Dan lain lain.. Terlepas dari benar atau tidaknya perkataan mereka, gw salut banget ama semangat mereka. Mereka juga sempet nyeletuk tentang polisi yang diluar. Mereka bilang kalo sampe Imam tadi ditangkep polisi gara gara masalah tiba tiba make lapangan seenaknya, ntar biar kita tolongin dech..

Gw jadi nyadar, sebenarnya umat islam adalah “Raksasa yang tertidur”. Kalo bersatu, maka takkan terkalahkan. Hanya saja belum ada pemicu untuk bersatu. Atau merasa kemunculan sifat bersatunya tidak pernah barengan, makanya kadang semangat, kadang malas. Selain itu juga, Allah tidak akan pernah membiarkan kita sendirian dech.. kalaupun kita ingin berdakwah tapi merasa belum punya modal, maka berdoalah. Allah akan mendatangkan pertolongan dengan tiba tiba begitu saja. Maka tidak sepatutnya kita merasa sedih akan sesuatu, jika kita yakin bahwa pertolongan Allah akan datang. Allah akan terus menguji keimanan kita. Kalo berhasil melewati tahap pertama, maka tahap kedua menanti, dst. Kalo udah nyerah duluan di tahap tengah, yah sayang dong perjuangan kita ga tuntas. Apakah kita termasuk orang yang oke oke aja mampir ke neraka sebentar, lalu masuk surga? Atau kita orang yang ga percaya ama akhirat? Kan lebih enak langsung masuk surga tanpa mampir dulu ke neraka…

Mudah mudahan kita termasuk orang yang gak mampir dulu di neraka, amin…
(baidewei,, gara gara dipake dadakan, jadi menyisakan sampah dadakan berupa koran koran bekas dech.. itung itung bonus lah buat shalat besok,haha….[tapi gw ga bawa koran lho sebenarnya..])

Advertisements

Author: ashlih

electrical engineering ITB no gakusei desu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s