Ash

Menjadi bagian dalam pembuktian bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin

Quality Control

Leave a comment

Bismillahirrahmanirrahim…

Menanggapi masalah Quality Control yang beberapa saat lalu dilayangkan di milis, maka gw jadi merasa tertantang untuk mulai melatih insting gw sebagai engineering. Karena seorang engineering haruslah menjadi seorang problem solver, maka tidak boleh ada masalah yang tidak bisa dipecahkan. Walaupun pada akhirnya, pemecahan tersebut belum sempurna, tapi haruslah ada penyelesaian apakah itu bersifat sementara maupun diperbaharui terus untuk dikembangkan lagi.

Masalahnya adalah,, sebuah perusahaan roti (bukan nama sebenarnya) demi menjaga costumer trust, maka kue buatannya yang tersisa pada hari itu harus segera dimusnahkan. Jika tidak, dikhawatirkan kue(kok kue?? Roti!!) itu dijual kembali. Dan jika sampai ada costumer yang membeli sisa produksi kemarin, maka habislah yang namanya costumer trust. Maka apa yang harus dilakukan kepada roti sisa? Dibuang sangat mubazir, dikasihkan ke orang pun menjadi riskan??

Baiklah, saatnya berubah!!! Gumprang?!@#$ HOI serius HOI!!!
Perhatikan bagan yang lumayan susah gw buat berikut…

Produksi_1

Suatu produksi pasti menghasilkan suatu sisa. Maka yang dapat kita lakukan adalah mengolah zat sisa tersebut. disini gw membagi zat sisa utama yang langsung dari produksi menjadi 2 bagian yaitu kasih ke orang dan daur ulang.

Kasih ke orang itu maksudnya adalah roti yang tersisa alangkah lebih baik kita kasih ke orang yang bisa dipercaya untuk tidak menjualnya kembali. Seperti..

pegawai kita sendiri. alasanya untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai kita. Tetapi kita wanti wanti juga agar mereka tidak menjual kembali karena jika mereka berani melakukan itu, hukumannya pecat aja!.

atau kita kasih kepada keluarga kita, seperti anak, istri atau sanak saudara. Walaupun sisa, tidak berarti sudah tidak layak dimakan lagi kan? Kalo gw jadi anak mah gw mau banget dikasih roti tiap hari.

Atau bisa juga kita kasih ke orang minta minta pinggir jalan atau panti asuhan atau panti jompo. Katakan pada pengurus mereka bahwa roti itu sebagai amal anda untuk mereka sehingga tidak untuk dijual.

Mengenai kuantitas dalam kasih ke orang, tentunya tidak perlu banyak banyak karena kenyang juga kan kalo makan banyak banyak. Trus untuk amalnya kan ga harus pada orang/panti yang sama, bisa ganti gantian ke tempat lain.

Kemudian sisa yang banyaknya yang lain kita gunakan untuk didaur ulang. Apa?? Roti didaur ulang?? Yap!! Mungkin terdengar orang ngaco yang ngomong, tapi gw sungguh sungguh ngomong kayak gini darilubuk hati yang hampir terdalam. Kenapa tidak dibuat suatu kue/biskuit/roti jenis baru yang mana bahan bahannya berasal dari roti yang sudah jadi yang sisa. Dengan begitu bisa dijual dan menghasilkan keuntungan. Apakah modelnya seperti korma yang dilapisin coklat, atau model apapun itu terserah yang penting menarik dan bisa dijual sehingga tidak mubazir.

Dalam pembuatan sebuah mesin pembuat roti, pasti membutuhkan biaya. Selain itu juga membutuhkan biaya lagi untuk menggaji tenaga kerja, walaupun menghasilkan lapangan pekerjaan baru. Selain itu mesin yang dibuat harus melalui proses amdal sehingga tidak merusak lingkungan. tapi untuk masalah ini tidak akan kita bahas disini karena perlu topik tersendiri untuk membahas masalah ini.

Sisa dari segala sisa dapat kita kasih kepada kucing untuk meningkatkan kesejahteraan kucing. Kasihan kan kucing makan tikus melulu…hehe….

Advertisements

Author: ashlih

electrical engineering ITB no gakusei desu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s