Ash

Menjadi bagian dalam pembuktian bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin

Polisi Tidur

Leave a comment

Ehm.. yah,, kali ini kembali lagi dengan Tugas Kontek tentang polisi tidur. Aneh aneh aja ga sich masa anak elektro atau informatika dsuruh ngomongin polisi tidur. Tapi tujuan utamanya adalah bukan ngomongin polisi tidurnya, melainkan kita semua dilatih untuk bisa menjadi engineering yang professional yaitu sebagai seorang problem solver.

Setting kasusnya adalah sebagai berikut,, di daerah Cisitu, terdapat banyak warga yang tinggal, terutama anak kos. Jalanannya agak sempit. Pas untuk 2mobil 2arah. Akan tetapi sering ada mobil di pinggir jalan yang parkir, jadinya menambah kemacetan. Selain itu kalau lagi sepi, pengendara kan jadi tergoda untuk ngebut, sementara di daerah sana banyak warga. Nach,, tugas kita sebagai engineering adalah memutuskan kepada warga apakah kita akan memasang polisi tidur atau tidak.

Sebagai seorang engineering kita memiliki berbagai cara dan etika dalam memberikan keputusan, oleh karena itu kita harus memutuskan secara logis dan tidak seenaknya.

Pertimbangannya adalah berdasarkan

1.    Ethical Egoism
Teori yang satu ini berdasarkan “intuisi” kita pribadi terhadap suatu hal. Jujur aja, gw sich mikir lebih baik dipasang polisi tidur, kenapa? Hal yang paling penting adalah bagaimana agar pengendara bisa lebih teratur dalam mengemudi, sehingga tidak akan ada yang namanya ngebut, nabrak, dll. Kalo gitu apa hubungannya ama polisi tidur? Menurut gw, polisi tidur dapat membuat pengendara menjadi lebih berhati hati dalam mengemudi, karena kalo ngebut, mobil/motor bisa rusak shockbreakernya. Untuk pengendara yang memahami betapa sulitnya membeli mobil/motor, hal ini akan sangat berpengaruh kepada dia. Kemudian, orang yang mengetahui kalau di daerah sana sering macet dan disana banyak polisi tidur, akan semakin menghambat niat orang untuk mengebut. Untuk masalah waktu tempuh yang menjadi relative lebih lama dibandingkan tidak dipasang polisi tidur, hal ini sebenarnya adalah bukan masalah pribadi, tetapi semua pengendara akan merasakannya.noleh karena itu diharapkan kepada para pengemudi agar lebih menghargai waktu dengan tidak mengebut.

2.    Utilitarianism
Teori yang satu ini menggunakan angka tingkat kepentingan sehingga akan membantu kita dalam memberikan keputusan. Dengan obyek benefit/harm yaitu warga yang tinggal, pejalan kaki, pemilik kendaraan parkir, pengguna kendaraan pribadi, pengguna angkutan umum, pengendara angkutan umum. Teori ini menggunakan rumus

Happiness Objective Function :
= SUM(benefit)(importance) – SUM(harm)(importance).

Dengan menggunakan skala 1-10 untuk benefit/harm, dan menggunakan skala 1-100 untuk importance, maka kelompok kami telah memperhitungkan dengan criteria sebagai berikut :

=SUM[(menambah ketenangan) + (mengurangi kecelakaan)] – SUM[(Kebisingan) + (kemacetan) + (polusi) + (menambah kecelakaan kecil)].
= – 435

Artinya kita disarankan untuk tidak memasang polisi tidur

3.    Right Analysis
Teori ini menggunakan 3 hak yang harus diperhatikan dan tidak boleh dilanggar. Hak tersebut adalah
1.    Right to life, physical integrity, and mental health
2.    Right to maintain one’s level of purposeful fulfillment (right not to be deceived, cheated, robbed, and defamed)
3.    Right to increase one’s level of purposeful fulfillment (right to selfrespect, nondiscrimination, and to acquire property)
Ketiga hak diatas tidak boleh dilanggar, dan bila dilanggar maka hak yang paling tidak boleh dilanggar adalah yang nomor kecil. Maksudnya itu, jika kita membangun polisi tidur sampai sampai melanggar hak no 1, dan jika tidak membangun adalah melanggar hak no 3,maka kita harus memilih untuk tidk membangun polisi tidur.
Setelah berdiskusi, ternyata kelompok kami menghasilkan kesimpulan untuk tidak membangun karena terdapat pelanggaran hak pada no 2 yaitu mengganggu kesehatan karena dengan ditambahkan polisi tidur, maka polusi akan semakin meningkat. Untuk hal mengurangi kecelakaan, hak untuk hidup, jika tidak memasang polisi tidur, tidak dianggap melanggar no 1 karena hal itu kecil sekali nilainya dan tidak bisa diprioritaskan.

Kesimpulan
Dengan menggunakan ketiga teori diatas, ternyata perbandingan dip[asang dan tidak dipasang adalah 1:2. Akan tetapi, teori hanyalah alat bantu untuk memberikan keputusan. Pada akhirnya tetap kitalah yang akan memberikan keputusan final. Untuk yang satu ini saya memberikan keputusan final agar tetap dipasang polisi tidur (dasar egoism tinggi banget y!!). karena alasan saya pada ethical egoism itu. Kehati hatian sangat diperlukan. Saya rasa peningkatan polusi bukanlah pertimbangan besar karena pada dasarnya keselamatan manusia dari kecelakaan jauh lebih penting walaupun kecil nilainya. Karena polisi tidur ini akan dipasang di daerah yang banyak warganya. Lain halnya jika kita akan memasangnya di jalanan yang lain, maka pertimbangannya pun mungkin akan berbeda.

Advertisements

Author: ashlih

electrical engineering ITB no gakusei desu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s