Ash

Menjadi bagian dalam pembuktian bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin

Number

Leave a comment

Dari judulnya aja udah keren banget pake bahasa inggris, padahal isinya mah pake bahasa Indonesia. Abisan coba kalo pake bahasa Indonesia judulnya, jadinya Nomor. Aduh aneh banget ga sich diliatnya??

Oke lupakan masaah judul, yang penting adalah isinya sekarang. Kali ini gw dapet tugas menulis resume tentang Number. Dan yang pastinya number sangat erat sekali hubungannya dengan para engineering, Bagaikan amplop dan perangko. Kalo orang umum lagi ngomongin HP ,biasanya yang diomongin adalah tentang mereknya, berapa harganya, bisa motret atau nggak, maka engineering ngomongin tentang berapa memorinya, berapa pixel kameranyanya, berapa frekuensi suaranya, dll. (ah padahal mah sekarang semua orang juga udah mulai ngomongin berapa pixel kameranya kan?? Yah pokoknya Cuma contoh aja)

Kalo gitu kita harus ngomongin secara detail tentang number. Pertama tama adalah tentang notasinya/ cara nulisnya. Kita lewat saja subbab ini karena ini pelajaran SD tentang menulis (hehe,, nggak yah, becanda ^^). Kalo Indonesia (dan eropa) nulis lima rebu kan 5.000 tapi kalo amerika nulisnya 5,000. Berarti ada perbedaan kan?? Kalo gitu harus ada IUPACnya (alias SI). Maka notasi yang diterima (accepted notation) adalah 5 000 (pake spasi). Lalu untuk bilangan yang sangat besar sekali seperti konstanta gravitasi yaitu 0,00000000006673sekian maka akan lebih mudah ditulis 6,673 x 10-11 . kemudian untuk sebuah angka yang nilainya antara -1 sampai 1, maka harus ditulis 0,ab bukan a,b x 10-1

Selanjutnya adalah tentang analisis error. Kalo ada 5 buah HP di meja kita, maka dapat dengan mudah kita sebut 5 buah/ 5 biji/ 5 batang/ 5 aja HP. Bilangan ini disebut sebagai integer. Tapi kalo disuruh ngitung berapa panjangnya HP, maka yang terjadi adalah real number. Contoh HP gw kebetulan adalah N6230## (disensor, padahal mah ttp aja ketauan), tingginya itu 10,1 cm, dan itu juga nggak tepat pas segitu. Makanya akan lebih baik kalo gw tulis 10,1 +- 0,1 cm. karena itu, mustahil untuk menentukan continuous property karena tau sendiri kan bilangan real itu ga ada abis komanya.

Dalam perhitungan, kita akan mengenal yang namanya akurasi, presisi, random error, systematic error, ketidakpastian dan error (doang). Masih pada satu klan yang namanya uchiha (eh maksudnya klan analisis error).

Akurasi adalah ketepatan perhitungan kita dengan nilai aslinya. Presisi adalah keseringan kita menghitung/mengukur dan nilainya mirip mirip. Random error itu biasanya kesalahan dalam perhitungan seperti kesalahan paralaks, dll Systematic error itu misalnya kita ngukur suatu benda, katakanlah udah akurasi dan presisi,  tapi pas ngitung benda lain (sebut saja dari bahan magnetic) terjadi kesalahan perhitungan tidak sesuai dengan seharusnya. Ketidakpastian adalah …. (the lack of precision). Contohnya itu penggaris kan nilai ketidakpastiannya 0,05 cm. Error adalah selisih dari reported value dan true value

Subbab selanjutnya adalah significant figure / angka penting. Gunanya angka penting itu adalah untuk memastikan suatu bilangan berada pada range yang tepat. Lanjut yang tadi, HP kan tingginya 10,1. Trus panjangnya itu 3,7 cm. berarti luas depannya kalo diitung pake kalkulator kan jadinya 37,37. Terkesan akurat, padahal ini jelas salah karena nilai ketidakpastian / keraguannya telah dicampur aduk. Apakah anda mau dicampur aduk antara yang halaldan yang haram?  Nggak kan,, berarti kita juga harus memperlakukan yang lainnya dengan sesuai. Jawaban yang bener adalah 37. Karena pada dasarnya angka 3,7 hanya memiliki 2 angka yang terpercaya, oleh karena itu jawabannya juga harus 2 angka yang terpercaya saja. Sedangkan untuk penjumlahan, angka hasilnya adalah angka paling dekat dengan kepastian. Maksudnya, kalo 1,23 + 45,3333 berarti hasilnya adalah 46,6. (waduh, sama kayak nilai kuis pengling gw nich,hehe…) Cara mengetahui angka penting itu ada beberapa aturan, makanya dalam menulis hasil pengukuranpun, tidak boleh asal tulis aja, tapi sesuai dengan aturannya. Beberapa prinsipnya adalah semua angka nol didepan angka berarti bukan angka penting. 0,0056 Cuma ada dua angka penting. Angka nol diantara angka berarti angka penting. 0,000506 berarti ada tiga angka penting. Angka nol dibelakang angka berarti penting. 0,00005060 berarti ada empat angka penting. Oh iya, untuk penulisan angka nol dibelakang angka, pastikan ditulisnya beralasan ya karena memang alat ukurnya. Tapi kalo kita ngukur pake penggaris trus nulis hasil 23,3333 berarti yang bener itu Cuma 23,3 aja.

Selain itu dalam menghitung kita juga sering melakukan pembulatan kan, pembulatan yang paling baik adalah diakhir akhir perhitungan. Angka 0-4 dibulatkan kebawah, angka 5-9 dibulatkan keatas. Misalnya yang tadi itu 1,23 + 45,3333 kan hasilnya itu 46,5633 tapi kita harus / hanya boleh punya 3 angka penting saja makanya dibulatkan menjadi 46,6.

Kurang lebihnya sudah jelas ya, ada pertanyaan ? lho emangnya presentasi?? Intinya itu kita harus menulis angka / memperlakukan angka dengan benar. Menurut para ahli, salah satunya ahli penerbangan / antariksa, salah ketidakpastian aja bisa mengakibatkan fatal dalam pendaratan ke mars(misalny). Sekarang mungkin belum berarti, tapi percayalah bahwa suatu saat nanti hal ini akan sangat berarti (buktinya ada praktikum tentang angka penting dan itu dimasukin ke IP juga lho..) penting kan?? ^^

Advertisements

Author: ashlih

electrical engineering ITB no gakusei desu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s